KUNINGAN, AYOCIREBON.COM– Sebanyak 516 jiwa dari 142 KK di Kabupaten Kuningan terdampak bencana alam sepanjang Januari 2021.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu mengungkapkan, selama Januari lalu tercatat 49 bencana, seperti tanah longsor, bangunan ambruk, gerakan tanah, angin kencang, dan banjir.
“Bencana alam terjadi di 42 desa yang tersebar di 18 kecamatan,” katanya, Senin (1/2/2021).
Dari 49 kejadian, tanah longsor mendominasi selama Januari dengan 42 kejadian. Sementara, tercatat 3 kejadian bangunan ambruk, 2 kejadian gerakan tanah, dan masing-masing 1 kejadian angin kencang maupun banjir.
Dia meyakinkan, dari seluruh peristiwa bencana alam di daerah berjuluk Kota Kuda itu, tak ada korban jiwa. Bahkan, tak ada warga yang mengungsi sebagai dampaknya.
Kendati begitu, bencana alam telah menyebabkan kerusakan pada rumah warga maupun sarana prasarana. Total terdata 118 rumah warga yang rusak.
“Ada 63 rumah warga yang terendam sebagai terdampak banjir,” cetusnya.
Lainnya, 40 rumah terancam akibat bencana, 9 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 2 rumah rusak berat. Selain itu, 14 titik jalan terdampak. Pun begitu dengan 24 titik tembok penahan tanah (TPT), 3 titik jembatan, 3 titik irigasi, dan 2 unit sarana ibadah.
Berdasarkan data BPBD setempat, kejadian tanah longsor masing-masing menimpa warga di 2 desa di Kecamatan Ciawigebang, yakni Cijagamulya dan Padarama, 2 desa di Kecamatan Cibingbin, yakni Cipondok dan Citenjo, 1 desa di Kecamatan Cidahu, yaitu Desa Cidahu, 2 desa di Kecamatan Cilebak, yakni Cilebak dan Legokherang, maupun 2 desa di Kecamatan Cimahi, yaitu Cileuya Mulyajaya.
Selain itu, 4 desa di Kecamatan Ciniru, masing-masing 2 titik di Cipedes, serta Longkewang, dan Pamupukan, 3 desa di Kecamatan Ciwaru, masing-masing Citundun, Ciwaru, dan Sagaranten, 4 desa di Kecamatan Darma, masing-masing Cipasung, Gunungsirah, Karangsari, dan Situsari, 2 desa di Kecamatan Garawangi, yakni Lengkong dan Pakembangan, 3 desa di Kecamatan Hantara, masing-masing Bunigeulis, Cikondang, dan Tundagan, maupun 1 desa di Kecamatan Karangkancana, yaitu Karangkancana.
Tanah longsor pula terjadi di 1 kelurahan di Kecamatan Kuningan, yaitu Kuningan, 5 desa di Kecamatan Nusaherang, masing-masing Cikadu, Haurkuning, Jambar, Nusaherang, dan Windusari, 3 desa di Kecamatan Selajambe, masing-masing 2 titik di Bagawat, serta Kutawaringin, dan Padahurip, maupun 3 desa di Kecamatan Subang, terdiri dari Bangunjaya, 3 titik di Situgede, serta 2 titik di Subang.
Sementara, kejadian bangunan ambruk diketahui menimpa warga di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, dan Desa/Kecamatan Hantara. Peristiwa gerakan tanah terjadi di Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, dan Desa Longkewang, Kecamatan Ciniru.
Bencana Banjir melanda warga di Desa/Kecamatan Cimahi. Lain halnya dengan bencana angin kencang yang menerpa warga di Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung.
Indra mengingatkan warga untuk tetap waspada selama musim hujan ini dan meningkatkan budaya sadar peduli alam maupun lingkungan.
“Kami sendiri berupaya meningkatkan pemahaman soal itu kepada masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi kepada warga tentang kewaspadaan terhadap bencana,” bebernya.(erika lia)











Komentar