GARUT, – Anggota MPR RI, M. Hoerudin Amin, S.Ag., MH bersama Yayasan Al Amin menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Gedung Yayasan Al Amin Garut Selatan, Kabupaten Garut, Rabu 29 Maret 2022.
Ditegaskan Hoerudin, harus ada gerakan penyadaran terhadap nilai-nilai Pancasila sebab menurutnya pelaksanaan nilai-nilai Pancasila adalah obat bagi sengkarutnya bangsa ini.
Begitu pula, Hoerudin mengutip apa yang disampaikan Presiden RI Pertama Bung Karno, yang pernah mengingatkan betapa pentingnya bangsa memiliki kekuatan karakter yang dibangun atas dasar kedalaman penghayatan atas pandangan hidup bangsa.
“Bung Karno pernah mengingatkan dalam pesannya, bahwa Bangsa Indonesia harus mempunyai isi-hidup dan arah-hidup. Kita harus mempunyai levensinhoud dan levensrichting. Bangsa yang tidak mempunyai isi-hidup dan arah-hidup adalah bangsa yang hidupnya tidak dalam, bangsa yang dangkal, bangsa yang cetek, bangsa yang tidak punya levensdiepte sama sekali. Ia adalah bangsa penggemar emas-sepuhan, dan bukan emasnya batin. Ia mengagumkan kekuasaan pentung, bukan kekuasaan moril. Ia cinta kepada gebyarnya lahir, bukan kepada nurnya kebenaran dan keadilan. Ia kadang-kadang kuat, tetapi kuatnya adalah kuatnya kulit, padahal ia kosong-melompong di bagian dalamnya,” serunya.
Atas hal itu, Hoerudin menilai gerakan penyadaran nilai-nilai Pancasila menjadi sebuah gerakan yang patut dan wajib dimasifkan, terlebih guna menguatkan Bangsa Indonesia yang harus mempunyai isi-hidup dan arah-hidup sesuai pesan Bung Karno.
“Para penyelenggara pemerintahan harus berjalan dalam tatanan nilai-nilai anutan dan harus berpegang teguh pada konstitusi yang dimiliki, tanpa komitmen moral komitmen politik yang benar maka Negara Indonesia akan mengalami masa disorientasi,” ujarnya di hadapan peserta.
Dijelaskan Hoerudin yang juga merupakan anggota Komisi IV DPR RI, bila Pancasila dan konstitusi diterapkan secara konsekuen maka akan memberikan semangat bernegara yang baik. Sehingga, lanjutnya, diharapkan seluruh elemen bangsa akan memiliki kedisiplinan yang tinggi.
“Namun jika tidak dilaksanakan secara konsekuen, maka psikologis bangsa ini akan memiliki respon negatif, yang berdampak pada keresahan ketidak pastian dan ujung-ujungnya akan terjadi ketidakharmonisan,” beber legislator Fraksi PAN dari Dapil Jabar XI meliputi Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ini.
Begitu juga, sambungnya, perilaku penyelenggara negara yang menjunjung tinggi nilai moral, nilai Pancasila, serta nilai konstitusi maka akan berdampak pada kesatuan hidup yang kuat sebagai sebuah bangsa. Dan tentunya, ia memandang dengan demikian maka NKRI ini akan terjaga dan terawat.
“Semoga kita semua berbangsa akan sampai kepada titik kebahagiaan bersama dan menjaga kebhinekaan menjadi modal kekuatan kita semua,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pembina Yayasan Al Amin, Al Ustadz Usman berpesan bahwa seorang pemimpin haruslah memberikan sikap yang memberikan kenyamanan dan dapat meneduhkan. (Lj)










