oleh

Dede Yusuf Nilai Pilkada saat Pendemi Tidak Akan Efektif

BANDUNG — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi, mempertanyakan Proses Pilkada serentak 2020 tidak diundur. Padahal, ditengah pandemi seperti sekarang, pilkada dinilai tidak efektif.

Dede mengatakan sejumlah kegiatan yang bersifat menimbulkan kerumunan, mendadak diundur oleh pemerintah, salah satunya pembelajaran tatap muka, bahkan Liga satu yang tiba-tiba diundur padahal sudah dijadwalkan akan berlangsung dua hari kedepan.

“Sekolah dihentikan ditambah Liga Satu kembali diundur, sementara Pilkada tetap jalan, itu tidak fair,” tutur Dede saat melakukan kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Kantor Pemkab bandung, Kamis (1/10/2020).

Padahal potensi menimbulkan klaster baru Covid-19 dalam Pilkada cukup tinggi, terlebih saat kampanye.

Tidak hanya itu, tahapan kampanye selama tiga bulan dengan sederet aturannya, membuat proses Pilkada menjadi tidak efektif.

Baca Juga  Rizky Febian, "Konser virtual #RESSOnited Bangkitkan Semangat Para Musisi Atau Pekerja Seni".......!

“Dalam kondisi seperti sekarang, Pilkada itu menjadi tidak efektif, harusnyta diundur,” ujarnya.

Kalau pun yang menjadi masalah adalah Undang-undang, DPR RI kata Dede bisa saja membahas perubahan Undang-undang Pilkada yang telah dibuat.

“Tapi ternyata kami melihat kalau Pilkada itu lebih penting dibanding sekolah dan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (ayobandung.com)

 

Komentar

News Feed