oleh

Meski Sudah “Diberi” Libur Panjang, Industri Wisata Lembang Belum Pulih

BANDUNG — Meski sudah melalui libur panjang sejak 28 Oktober hingga 1 November, namun kondisi industri pariwisata di Lembang belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah daerah memang telah mengizinkan objek wisata menerima paling banyak 50% kapasitas kunjungan, namun angka kunjungan wisatawan hanya naik di kisaran 20-35%.

Hal tersebut seperti dialami di objek wisata Lembang Park and Zoo.

“Pengunjung per hari rata-rata antara 3.000 sampai 3.500 orang, padahal kita dibolehkan menerima pengunjung 50% dari total kapasitas tempat atau sekitar 5.000 pengunjung,” terang Manager Operasional, Iwan Susanto, Senin (2/11/2020).

Baca Juga  Pengemudi Ojeg Dapat Himbauan 3M Dari Binmas Polsek Kertasari Polresta Bandung

Iwan mengatakan banyak faktor yang menyebabkan minimnya kunjungan wisatawan ini.

“Selain cuaca masuk musim hujan, pengunjung luar kota juga masih dibatasi larangan pergi keluar kota,”sebutnya.

Tangkuban Parahu Kunjungan Tertinggi Sejak Pandemi
Sementara itu, Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Ruslan menerangkan, kunjungan wisatawan ke Tangkuban Parahu selama libur panjang akhir pekan ini naik sekira 15%.

Baca Juga  Sunatan Massal Kotabaru Karawang Bentuk Peduli Masyarakat Sekitar

Meski kondisi cuaca sering diwarnai hujan, namun tidak menyurutkan wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke objek wisata yang kesohor dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini.

“Secara akumulasi pengunjung ada kenaikan dari sejak libur panjang hari pertama sampai sekarang sekitar 10-15%,” katanya.

Menurutnya, angka tersebut berdasarkan jumlah akumulasi kunjungan sejak hari Rabu – Jumat 28-30 Oktober 2020. Total kunjungan paling besar terjadi Kamis 29 Oktober 2020, dengan jumlah mencapai 3.000 pengunjung.

Baca Juga  Atalia Praratya Hadiri Penutupan Turnamen Sepak Bola U-10

Angka kunjungan itu merupakan yang tertinggi setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Tren positif kunjungan ini, kata Ruslan, sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar Tangkuban Parahu yang menggantungkan hidup dari berdagang souvenir dan makanan.

“Total ada lebih dari 1.000 pedagang di tempat ini, kalau pengunjung banyak mereka tentu akan senang juga,” kata dia.

Komentar

News Feed