MAJALENGKA – Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Eman Suherman menjelaskan Majalengka menjadi daerah dengan kasus stunting atau anak bertubuh pendek sangat rawan. Karena selama ini banyak masyarakat mengalami gizi buruk berkepanjangan (malnutrisi kronis) dan ditambah beberapa faktor yang mengakibatkan stunting.
“Gizi buruk berkepanjangan membuat kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama,”kata Eman Suherman, Selasa (3/11) di Hotel Garden,Majalengka.
Pemerintah Daerah menurut Sekda terus mengatasi berbagai penanganan permaslahan stunting ini di berbagai dinas instansi, baik Perbaikan gizi dengan pelayanan pos yandu, pembuatan MCK, serta sanitasi yang baik di lingkungannya.
“Pemkab terus mengatasi berbagai penanganan permaslahan stunting,”katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Alimudin saat mengadakan kegiatan pertemuan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Majalengka tahun 2020, menjelaskan bahwa sampai saat ini kasus stunting di Kabupaten Majalengka mengalami penurunan dari 9.296 jumlah balita di Kabupaten Majalengka usia 0-5 tahun telah melaksanakan penimbamgan sebanyak 6.295 balita.
“Ada penurunan hasil Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) pada tahun 2018 sebanyak 36,7 % kasus stunting sedangkan hasil penimbangan balita tahun 2020 menurun menjadi 7,8% dari jumlah balita 9.296 ,” tandasnya.
Dinas Kesehatan terus melakukan penanganan pencegahan stunting dengan berbagi program diantaranya Pemberian Makan Tambahan ( PMT) ke ibu hamil dan balita, pemberian vitamin kepada remaja.(Nandang/onediginews).











Komentar