oleh

Yayasan Al-Ghifari dan Yaparanus Kembangkan Agro Techno Park di Kawasan Jabar Selatan

BANDUNG – Yayasan Al-Ghifari merupakan lembaga pendidikan di Kota Bandung yang menaungi sembilan unit garapan antara lain RA, SD, SMP, SMA, SMK Plus Al-Ghifari, STMIK Jabar, Universitas Al-Ghifari, PIKMA Al-Ghifari dan BLK Komunitas Al-Ghifari. Yayasan Al-Ghifari berkomitmen tidak hanya mengembangkan pendidikan lingkungan formal tetapi juga mengembangkan pendidikan lingkungan nonformal.

Untuk meningkatkan pengembangan kelembagaan, Yayasan Al-Ghifari menjalin kerjasama dengan Yayasan Pamanah Rasa Nusantara (Yaparanus). Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU), digelar di Aula Yayasan Al-Ghifari, Jl. Cisaranten Kulon No. 140, Bandung, Rabu (2/12/2020). Kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pengembangan seni dan budaya Sunda serta kearifan lokal.

Ketua Pengurus Yayasan Al-Ghifari, Dr. H. Tom Maskun, M.Pd, menuturkan pendidikan lingkungan formal yang diajarkan oleh guru kepada siswa di sekolah salah satunya bertujuan untuk membentuk sikap peduli lingkungan pada siswa. Berbagai materi pendidikan lingkungan formal mengajarkan cara kepada siswa untuk menangani permasalahan lingkungan di sekitar siswa. Namun tidak semua permasalahan lingkungan dapat diselesaikan melalui pendidikan lingkungan formal sehingga diperlukan alternatif.

Baca Juga  UMKM Subang Jabar Terus Produksi Ditengah Lesunya Ekonomi

Tom Maskun, menuturkan salah satu objek pengembangan Agro Techno Park yang dibidik adalah kawasan Cibodas, Ciwidey, Kab. Bandung. “Untuk itu kami berkerjasama dengan Yayasan Pamanah Rasa Nusantara, diantaranya akan mengembangkan pola pendidikan lingkungan nonformal, salah satunya mengembangkan potensi alam kawasan Jabar Selatan dengan Agro Techno Park atau Edu Techno Park,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Dr. Hj. R.A. Ikke Dewi Sartika, M.Pd, selaku Ketua Pengurus Yayasan Pamanah Rasa Nusantara (Yaparanus), pihaknya akan mendorong dan membantu semua pihak termasuk Yayasan Al-Ghifari untuk memajukan dan mengembangkan bidang pendidikan lingkungan nonformal.

Baca Juga  Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan pada Ibu dan Anak di Dusun Batu Koneng, Desa Puseurjaya Karawang bersama Mahasiswa KKN UNSIKA 55

Hj. Ikke bersama Yayasan Pamanah Rasa Nusantara mengaku memiliki beberapa program unggulan seperti Agro Techno Park, Etalase Bunga Dunia dan Kopi serta Rempah Penyegar. Menurutnya, program ini bertujuan membangun pertanian dan destinasi wisata baru berdaya saing internasional. “Kami sudah membangun tiga daerah Agro Techno Park, di Jawa Barat, satu diantaranya di Cianjur Selatan. Konsep Agro Techno Park adalah menyatukan pertanian secara terpadu, yaitu mulai penanaman, pangolahan, memanen dan memasarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. H. Gunawan Undang, M.Si, selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Al-Ghifari mengungkapkan pentingnya mengembangkan pendidikan lingkungan nonformal. Berdasarkan hasil penelitian LPPM Universitas Al-Ghifari, dirinya optimis program Agro Techno Park di kawasan Jabar Selatan yang akan dikembangkan Yayasan Al-Ghifari akan berjalan baik.

Baca Juga  Mensos RI Kunjungi Gudang Bulog di Cimindi

Kawasan Agro Techno Park tersebut, nantinya bisa dijadikan objek pengenalan lingkungan baik oleh peserta didik Al-Ghifari ataupun lebih luas untuk masyarakat umum. “Salah satu bentuk pengenalan lingkungan bagi pelajar adalah, anak didik bukan hanya mengenal padi yang sudah jadi nasi, tetapi anak didik akan dikenalkan secara langsung cara menanam padi (‘tandur’,  istilah sunda) dan mamanen padi,” ujar Gunawan. (ay/ Foto Humas Alghifari/BentarNews.com)

Komentar

News Feed