KAB. GARUT – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan program Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), begitu pula bagian dari tugas dan kewajiban anggota MPR RI dan menyesuaikan wilayah daerah pemilihnya, untuk memasyarakatkan empat pilar MPR RI dan berlandaskan hukum Undang-Undang No. 17 Tahun 2014, Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 huruf c yang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.13 Tahun 2013 sebagai perubahan ketiga. Hal ini bertujuan mengenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan negara Indoneaia berdiri.
Begitu juga aeperti yang dilaksanakan anggota MPR RI M Hoerudin Amin, S. Ag., MH dirinya bersama Yayasan Duha menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI & Bhineka Tunggal Ika, yang berlangsung di Aula Cipanas Indah Kab. Garut Selasa, (3/12/2024).
Sehari sebelumnya hal serupa dilakukannya dihadapan warga Kecamatan Cisurupan, Sosialisasi tersebut sebagai Media Sosdap MPR RI.
Pada kesempatan itu, Muhammad Hoerudin Amin atau akrab disapa Hoerudin juga kembali menegaskan bahwa dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila harus sudah memikirkan metodologi yang baik dan lebih praktis. Sebab dirinya menilai bahwa Pancasila menjadi nilai yang kongkrit dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan berbangsa bernegara.
Bahkan, sambungnya, dalam kacamata sosiologi Pancasila nilai yang hidup dari masyarakat yang sudah menjadi norma yang diakui masyarakat luas.
“Nilai-nilai Pancasila bahkan sudah harus menjadi budaya kehidupan di masyarakat kita. Karenanya butuh peranan semua pihak dalam menumbuhkembangkan kesadaran sosial atas pemahaman Pancasila di kalangan masyarakat,” papar anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN ini.
Begitu pula, diterangkannya, hal-hal yang berkenaan dengan norma yang hidup itu pasti hadir dari nilai-nilai yang dianut secara theologis yang menjadi spiritualisme masyarakat dan kehidupan suku-suku nusantara.
“Saya memandang, hal ini membutuhkan kajian dan reset yang baik agar metodologinya tepat guna tepat sasaran bahkan bisa menjadi trend kebangkitan kesadaran,” tambahnya.
Hoerudin pun menilai, jika hanya nilai-nilai anutan yang sudah mengakar ini di revitalisasi maka kemungkinan kita semua bisa punya harapan baru bahwa bicara Pancasila akan menjadi pandangan dunia yang besar dan berkemajuan.
“Kita semua harus mendorong Pancasila dan nilai yang tumbuh menjadi perilaku, maka dia akan menjadi akhlak dan keadaban sebuah bangsa,” pungkas legislator yang menjabat 3 periode dari Dapil Jabar XI meliputi Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ini. (Lj)










