TASIK — Pemkot Tasikmalaya tengah mempersiapkan hotel sebagai alternatif tempat isolasi untuk mengantisipasi terus membludaknya pasien Covid-19. Ada dua hotel yang sudah dijajaki pemerintah dengan pemiliknya.
Sejauh ini, tempat isolasi masih bisa dimaksimalkan di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi (UNS) di wilayah kecamatan Tamansari. Namun, pemkot terus mencari tempat alternatik yang bisa dijadikan sebagai lokasi karantina pasien Covid-19.
“Informasi dari BNPB hotelnya harus memenuhi syarat minimal bintang 2. Jadi, kami fokus dulu pada satu hotel bintang 3 dengan ruangan yang disiapkan untuk 80 orang,” ujar Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, Minggu, (4/10/2020).
Ivan menambahkan, saat ini pasien yang dikarantina di Rusunawa didominasi dari klaster pesantren. Mereka semua rata-rata pasien orang tanpa gejala (OTG).
Sementar itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, kebutuhan anggaran untuk penanganan darurat Covid-19 sekitar Rp14 miliar. Namun, saat ini anggaran yang tersedia hany Rp4 miliar, jadi kami kekurangan Rp10 miliar.
“Saya telah melayangkan surat permohonan dukungan penanganan Covid-19 kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pihaknya berharap, bantuan itu akan cepat direalisasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat, untuk memperlancar proses penanganan Covid-19 yang membludak di Kota Tasikmalaya sekarang ini,” ucap Budi.
kondisi seperti sekarang ini tak diprediksi sebelumnya. Kita butuh untuk kontrak baru perawat dan dokter spesialis serta sewa tempat RS darurat. Meski katanya sewa hotel dibayar oleh pusat, kita jaga-jaga jika pasien terus membludak,tambah Budi. (ayobandung.com)











Komentar