BANDUNG-Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Wilayah provinsi Jawa Barat Drs. H. Abdurrahim, S.Ag, M.Si berharap Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-75 bisa meningkatkan kualitas amal.
“Semoga HAB ke 75 di tahun ini sebagai awal tuk peningkatan program kegiatan keagamaan khusus nya mewujudkan Indonesia Rukun,” ucap H. Abdurrohim, di sela-sela kegiatan HAB Kemenag Jabar.
Disinggung terkait mulai pembelajaran awal semester genap bagi kalangan pesantren, mantan kepala Kemenag kabupaten Subang ini mengakui telah menghimbau terkait protokol kesehatan yang sudah baku berjalan.
“Terkait pembelajaran yang sudah berjalan di beberapa pesantren secara tatap muka kami meng himbau agar menjalankan protokol kesehatan secara ketat yakni peserta didik selalu menerapkan 3 M, memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak tdk berkerumun,” ungkapnya.
Abdurrahim juga meminta para pengurus pesantren di Jabar agar memerhatikan aspek kehati-hatian di lingkungan asrama santri saat makan dan minum dgn memakai piring sendok gelas dan alat mandi sendiri-sendiri.
“Bahkan saat belajar dengan penjadwalan setiap ruangan berisi peserta didik atau santeri 30 sd 50% dari kapasitas ruangan yg ada, hal ini dimaksudkan agar pembelajaran tetap berjalan dan pencegahan penyebaran covid pun tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Hingga saat ini masih banyak kalangan pesantren di Jawa Barat yang menunggu kepastian soal kembalinya santri bisa melakukan belajar tatap muka walaupun di banyak pesantren sudah berjalan seperti biasa.
Sebagaimana diketahui di Jawa Barat sempat ditemukan klaster baru Covid-19 di Pondok Pesantren, munculnya varian baru Covid-19 di awal tahun 2021 membuat khawatir banyak pihak termasuk kalangan pondok pesantren di Jawa Barat.[mohammadridwan]











Komentar