oleh

Musim Hujan, Awas Enam Penyakit ini Mengancam

CIREBON – Sejak memasuki tahun 2021, intensitas hujan di tanah air mulai meningkat. Tak ayal, kondisi itu membuat sejumlah wilayah mengalami bencana banjir. Tingginya cura hujan juga menyebabkan longsor di beberapa daerah. Nah, dalam upaya menghadapi ancaman penyakit yang muncul ketika musim hujan tiba, alangkah lebih baik jika kita mempersiapkan kesehatan tubuh tetap terjaga? Hal ini penting demi kelancaran aktivitas tanpa didera berbagai penyakit musim hujan.

Jangan salah, penyakit musim hujan bukan sekadar mitos! Musim hujan memang erat kaitannya dengan sejumlah penyakit, karena berbagai jenis mikroba akan mudah berkembang biak.

Apa saja jenis penyakit pada musim hujan yang sering terjadi di Indonesia? Berikut ulasan penyakit yang muncul ketika musim hujan tiba.

1. Influenza

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan penyakit ini, influenza. Ya, infleunza adalah penyakit umum yang dikenal dengan sebutan pilek. Penyakit ini disebabkan oleh rhinovirus dengan gejala demam ringan, hidung beringus, dan bersin-bersin. Bisa juga disertai nyeri kepala dan batuk.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Jabar Tembus 10 Ribu

Meskipun infeksi rhinovirus dapat terjadi sepanjang tahun, insiden paling tinggi salah satunya terjadi di musim hujan. Penyakit ini juga memiliki gejala yang hampir sama, namun dalam kadar yang lebih berat. Gejala influenza yaitu demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, nyeri otot, beringus, batuk, mata merah dan berair, serta denyut nadi meningkat.

Gejala penyakit ini bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Penyebabnya adalah virus influenza. Angka kejadian penyakit influenza juga mengalami peningkatan di musim hujan. Jadi, waspadai penyakit musim hujan yang satu ini.

2. Diare

Meski terkesan sederhana, penyakit diare bisa mengakibatkan dehidrasi sampai kematian bila tak diatasi dengan baik. Saat musim hujan, umumnya diare diakibatkan oleh kualitas kebersihan yang menurun. Akibatnya, mikroba bisa terus berkembang.

Kuman penyebab diare bermacam-macam, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur. Musim hujan erat kaitannya dengan peningkatan angka kasus diare. Maka dari itu, jangan lupa tingkatkan higienitas selama musim hujan.

Baca Juga  Corona Menggila, RSHS Sampai Jemput Tabung Oksigen ke Supplier

3. Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Serangga ini berkembang biak di banyak genangan air saat musim hujan. Gejala demam berdarah meliputi demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual hingga muntah, serta ruam di kulit.

Anda dapat mencegah demam berdarah pada musim hujan dengan menerapkan gerakan 4M plus. Pada dasarnya, upaya pencegahan DBD dapat dilakukan dengan memelihara kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal. Karena itu, usaha-usaha yang dilakukan sebaiknya juga melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan.

4. Demam Tifoid

Penyakit ini penyebab utamanya adalah bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini berasal dari feses penderita sebelumnya. Oleh sebab itu, kebersihan pengolahan makanan menjadi cara utama untuk memutus rantai penularan demam tifoid.

Penyakit ini memiliki gejala demam tidak terlalu tinggi, nyeri perut, diare, atau konstipasi. Dalam kondisi yang sangat berat, demam tifoid bisa melibatkan gangguan berbagai organ hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga  Perhatian! Gedung B Pemkab KBB Ditutup Sementara Lantaran Corona

5. Malaria

Nyamuk Anopheles betina menyebabkan penyakit malaria. Perkembangbiakannya terjadi di genangan air. Tak heran bila malaria juga jadi penyakit yang banyak terjadi saat musim hujan. Gejala-gejala malaria yang paling terasa ialah nyeri otot, demam, dan menggigil.

Hal utama agar terhindar dari malaria ialah mencegah gigitan serangga. Yang bisa Anda lakukan yaitu membersihkan lingkungan, menggunakan losion anti-serangga, mengenakan baju yang menutupi lengan dan kaki, memakai kelambu berinsektisida untuk tempat tidur, dan menyalakan pendingin ruangan terutama saat malam hari.

6. Kolera

Penyakit ini umerupakan infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholera. Penyakit ini memiliki gejala utama diare cair dalam jumlah yang sangat banyak. Kolera bisa berbahaya jika sampai menyebabkan dehidrasi.

Sejumlah penelitian membeberkan bahwa kasus kolera di beberapa negara secara regional terjadi berdasarkan musim. Penelitian itu menyebutkan, kolera berkaitan dengan periode hujan deras dan temperatur hangat.

(herly/korankabarnusantara.co.id)

Komentar

News Feed