oleh

Dari Tangan Kreatif Pemuda Rancaekek, Camilan Takmi dan Tareng Tercipta

RANCAEKEK – Perekonomian daerah lebih besar ditopang oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Tanpa para pegiat UKM, sulit bagi perekonomian daerah maupun nasional tumbuh dengan pesat. Oleh karena itu, pemerintah pusat maupun daerah harus terus berkonsentrasi dalam membantu permodalan maupun pasar para pegiat ekonomi kecil maupun menengah.

Salah satu, pemuda kreatif yang menciptakan inovasi baru dalam dunia kuliner berupa camilan siap saji. Camilan buatan pemuda Rancaekek, Kabupaten Bandung ini perlu dicontoh para pemuda di wilayah lain untuk mengembangkan dunia wiraswasta. Tahu Mie (Takmi) dan Tahu Cireng (Tareng) merupakan makanan olahan lokal karya Nur Muhtalif salah satu anggota LSM Pandika. Takmi dan Tareng ini mudah dibawa kemana saja dan dikemas dengan kemasan yang moderen serta higienis.

Nur Muhtalif (30), kepada BentarNews menuturkan pihaknya berharap semoga dari bahan tahu dan mie, yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga mudah dikonsumsi masyarakat. “Mudah-mudahan usaha kecil ini dapat membuka perekonomian di masa sekarang ini. Hasilnya bisa menyejahterakan masyarakat kecil pada umumnya,” ungkap Nur di rumahnya, Kamis sore (5/11/2020).

Rumah produksi Takmi dan Tareng, milik Nur Muhtalif ini terletak di Babakan Loa RT 01, RW 12, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Di rumahnya, dia menggeluti bidang usaha kecil mandiri dengan membuat usaha makanan yang berupa tahu dan mie yang dijadikan satu makanan cemilan khas bermerek TAKMI (tahu dan mie) dan TARENG ( tahu dan cireng) yang dikemas dalam plastik disertai saos dan sambal yang gurih. (Dede /ay/BentarNews.com)

Komentar

News Feed