INDRAMAYU — Kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu mengalami melonjak drastis, usai libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW akhir pekan lalu.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan terjadi penambahan 23 kasus positif baru dalam sehari.
Peningkatan jumlah itu menjadi catatan khusus, mengingat terjadi secara signifikan.
Lonjakan tersebut merupakan yang tertinggi sejak virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 mewabah secara global.
“Dalam sehari ada penambahan 23, kasus baru, ini terbanyak,” cetusnya.
Dia meminta warga tidak lengah karena pandemi belum berakhir. Masyarakat diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.
“Selalu patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3 M (mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak),” imbaunya.
23 pasien itu terdiri dari 10 tenaga kesehatan, tujuh ibu rumah tangga, empat wiraswasta, seorang mahasiswa, dan seorang pelajar yang tersebar di 11 kecamatan berbeda.
Di Kecamatan Anjatan terdapat enam orang, Kecamatan Jatibarang empat orang, Kecamatan Losarang tiga orang, Kecamatan Kroya dua orang, serta Kecamatan Patrol dua orang.
Ada pula Kecamatan Haurgeulis, Kecamatan Lohbener, Kecamatan Cantigi, Kecamatan Juntinyuat, Kecamatan Kandanghaur, dan Kecamatan Indramayu masing-masing satu orang.
Menurutnya, sebagian besar pasien terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 setempat, setelah mereka diketahui merupakan kontak erat dari pasien positif sebelumnya.











Komentar