oleh

Lestarikan Kebudayaan di Era 4.0 dengan Aplikasi BERBUDI, Mahasiswa UIN Bandung Juara Esai Tingkat Nasional

BANDUNG – Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan kecintaan terhadap budaya lokal bisa melahirkan generasi muda yang tercerabut dari akar budayanya. Untuk itu Muhammad Irfan Fauzi, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengajukan inovasi untuk digitalisasi kebudayaan melalui karya ilmiah Esai.

Karya ilmiah tersebut membawanya meraih juara 2 Lomba Esai Tingkat Nasional pada kegiatan DOKAR (Donasi Sambil Berkarya) yang diselenggarakan Keluarga Paduan Angklung Institut Teknologi Bandung (KPA-ITB) pada tanggal 19 September- 7 November 2020 yang lalu.

Irfan berhasil meraih juara dengan judul esai “Aplikasi Belajar Budaya Dekat Sini (BERBUDI) sebagai Upaya Pelestarian Kebudayaan di Era 4.0”. Adapun juara satu diraih Alfandaru Talita Yubelium, mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan juara tiga diraih Wahyu Padma Baskara, siswa SMA Negeri 4 Denpasar.

Sedang Panitia DOKAR KPA-ITB mengumumkan para pemenang melalui akun resmi instagram @kar_viii2020 pada hari Rabu 25 September 2020.

Baca Juga  MTsN 1 Subang Berkiprah Selama 43 Tahun Majukan Dunia Pendidikan Subang

Pada lomba DOKAR KPA- ITB tersebut tidak hanya menyelenggarakan lomba esai, tetapi juga lomba video dan poster. Keseluruhan peserta berjumlah 61 orang, dengan rincian 24 peserta lomba esai, 9 peserta lomba video, dan 28 peserta lomba poster. Para peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menanggapi dirinya menyabet juara esai tingkat nasional, Irfan merasa senang bahwa usulannya tentang inovasi untuk digitalisasi kebudayaan diapresiasi dengan baik.

“Inovasi saya bermaksud agar generasi milenial bisa lebih dekat dengan budaya melalui smartphone-nya, sehingga budaya tidak akan luntur di tengah globalisasi. Dengan beragam fitur yang ada, ini akan memudahkan kita untuk bisa belajar dan mengenal warisan leluhur bangsa,” jelas Irfan kepada lintasjabar.com group siberindo.co di Bandung Rabu (06/1/2021).

Peraih jajaka mojang Cianjur tahun 2016 ini menjelaskan tentang gagasannya dalam aplikasi BERBUDI (Belajar Budaya Dekat Sini). Aplikasi ini, bebernya memiliki tiga fitur, yaitu pencarian sanggar untuk belajar seni budaya, virtual museum yang memudahkan pengguna untuk mengenal peninggalan leluhur, dan informasi seputar seni budaya yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga  Unpad Masuk Daftar THE World University Rankings 2021

Perlombaan yang ia ikuti itu, diakuinya bukanlah yang pertama kali diikuti oleh Irfan. Beragam perlombaan seperti menulis artikel, esai, dan bahkan cipta baca puisi pernah ia coba. Beberapa kali berhasil menjadi juara, diantaranya Best Position Paper AWMUN III di Bali, Juara 1 Menulis Esai se-Jawa Barat, dan Juara 1 Cipta Baca Puisi se-Nusantara.

“Aku senang mencoba hal baru, senang melebarkan zona nyaman. Meskipun baru, ya namanya berusaha itu harus, perihal hasil biar Allah yang tentukan. Yang terpenting adalah ikhtiar diiringi doa, sisanya tawakkal.” ungkap Irfan.

Baca Juga  Memperingati Hardiknas, KAI Daop 3 Cirebon Berikan Souvenir ke Pelajar

Sementara itu, Sekretaris Jurusan KPI UIN Bandung, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag saat dihubungi melalui sambungan selulernya menyatakan turut mengapresiasi prestasi Irfan tersebut.

Ia berharap dengan keberhasilan Irfan menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya juga untuk bersemangat mengikuti jejaknya terus berprestasi.

“Prestasi mahasiswa di berbagai lomba memberi sumbangan positif bagi citra lembaga terutama dalam peningkatan nilai akreditasi program studi, selain juga menjadi catatan positif bagi mahasiswa yang akan dicantumkan dalam SKPI, Surat Keterangan Pendamping Ijazah, saat lulus kuliah,” ujarnya.

Uwes mengutip pernyataan Ketua Jurusan KPI UIN Bandung Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag, bahwa segenap civitas akademik sangat mendukung prestasi, aktivitas dan kreativitas mahasiswa.

“Prestasi mahasiswa sejatinya adalah bagian dari upaya untuk menciptakan legenda diri, maka teruslah berprestasi, agar terus dikenang,” tutupnya. (San/lintasjabar.com)

Komentar

News Feed