oleh

Koperasi yang Mati Suri Harus Bangkit Lagi di Tengah pandemi

KOTA BANDUNG,- Dari data yang tercatat hingga tahun 2020 sebanyak 2.456 koperasi berbadan hukum yang ada di Kota Bandung hanya 735 koperasi yang berstatus aktif. Tentunya selisih angka tersebut jelas menunjukan perbedaan yang sangat masif. Menyikapi hal itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Hasan Faozi berharap agar reaktivasi sejumlah koperasi yang stag tersebut dapat diberikan solusi agar roda ekonomi di sektor koperasi pun di masa pandemi dapat berputar.

Ia meminta kepada pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menanggulangi permasalahan ini, dan setiap tahunnya agar bertambah lagi koperasi yang aktif.

“Maka ditargetkan kembali berapa koperasi yang bisa aktif lagi di Kota Bandung. Sehingga yang sebelumnya mati suri, bisa bangkit kembali,” katanya,  saat melakukan Rapat Kerja bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM), di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (5/2/2021) beberapa hari silam.

Tak hanya itu, Hasan pun meminta kendala-kendala lain seperti penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung juga turut diperhatikan dan dapat diinventarisir.

“Rencananya dalam setiap triwulan, kita akan menyampaikan kinerja mitra kita kepada pimpinan eksekutif, termasuk kendalanya, agar bisa ada win-win solution atau solusi terkait masalah tersebut,” paparnya.

Baca Juga  Bayar Pajak di Desa Bersama bank bjb

Pembinaan

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Nenden Sukaesih meminta agar pembinaan kepada koperasi-koperasi di Kota Bandung harus lebih optimal. Dengan pola pembinaan yang lebih terstruktur, jumlah maupun kualitas koperasi dapat terus meningkat.

“Harus diupayakan semaksimal mungkin, agar koperasi-koperasi kita dari sebelumnya baik menjadi lebih bagus dan jumlahnya terus bertambah,” harap Nenden.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung lainnya, Maya Himawati berharap upaya menggerakkan kembali roda perekonomian di Kota Bandung ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terlebih lagi di tengah upaya bersama dalam menekan angka Covid-19 saat ini.

“Kita juga harus tetap memperhatikan sisi kesehatannya, jangan sampai roda perekonomian yang saat ini berjalan kembali tersendat, karena meningkatnya kasus Covid-19,” terangnya.

Baca Juga  Pohon Runtuh Timpa Lima Orang di Bandung

sementara, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kota Bandung Atet Dedi Handiman menuturkan, pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan bagi koperasi-koperasi di Kota Bandung.

Untuk membantu memperluas penetrasi pasar, pihaknya juga memberikan pelatihan terkait digital marketing kepada PKL maupun UMKM yang sedang diberikan pembinaan.

“Kami upayakan agar PKL maupun UMKM yang kita bina juga tidak kalah dengan usaha-usaha kecil lainnya, apalagi dengan melihat dunia online yang kini tengah diminati oleh masyarakat,” ujar Atet.

 

(DePe PenaKu.ID/hms)

Komentar

News Feed