oleh

Tegas! Satgas Covid-19 Kota Bandung: Tak Boleh Ada Diskriminasi antara PTMT dan PJJ

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Ketua Satuan Petugas (Satgas) Harian Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, tidak ada unsur paksaan terhadap orangtua siswa untuk mengizinkan anaknya ikut dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Hal tersebut ia buktikan ketika ia meninjau simulasi PTMT di SD dan SMP Santo Yusuf Kota Bandung, Senin, 7 Juni 2021. Dari tinjauan itu, ia mendapati terdapat tiga siswa kelas 7 yang hadir di dalam kelas.
“Jumlah siswa ada 21 orang, saya tanya ke mana 18 siswa lainnya, ternyata belum ada izin dari orangtuanya,” kata Ema ketika ditemui di lokasi.
Meski orangtua bebas memilih antara PTMT atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJJ), ia tegas mengingatkan pihak sekolah untuk tidak berperilaku diskriminasi terhadap siswa yang ikut PTMT.
“Jadi kalau siswa yang ikut PTMT itu diperlakukan baik, sedangkan yang online diperlakukan berbeda, itu tidak boleh,” kata Ema.
*Pernyataan Orangtua Siswa*
Irwansyah, salah satu orangtua siswa yang mengizinkan anaknya ikut simulasi PTMT mengungkapkan, ia merasa tidak khawatir anaknya dikutsertakan dalam PTMT selama pihak sekolah akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Dan orangtua siswa semua punya kesadaran, kalau anaknya ada indikasi demam atau apa, maka jangan ikut masuk kelas di sekolah,” ujarnya di lingkungan SD Santo Yusuf, Senin, 7 Juni 2021.
Agar anaknya tetap fit dan sehat ketika PTMT, kata Irwansyah, ia mengaku memberikan vitamin kepada anaknya setiap hari.
Selain faktor penerapan protokol kesehatan oleh sekolah, Irwansyah juga membeberkan jika anaknya pun sudah jenuh di rumah.
“Sudah jenuh kali di rumah,” tutupnya.

News Feed