oleh

Disdik Jabar Umumkan KBM Tatap Muka Pada 18 Agustus Mendatang

BANDUNG – Dinas Pendidikan Jawa Barat akan mengumumkan sekolah mana saja diperbolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM)  tatap muka pada 18 Agustus mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, indikatornya bukan hanya zona hijau saja, tetapi juga konektivitas internetnya. Selanjutnya lokasi siswa yang blank spot.

“ Kalau KBM itu zona hijau, tapi lokasi (siswanya) masih bisa daring ya lebih baik daring. Karena konektivitas internet per hari ini masih menjadi kendala, dan beberapa kegiatan harus melakukan praktek terutama di SMK-SMK,” kata Dedi Supandi, Jumat (7/8/2020).

Baca Juga  Setelah Jadi Kampus Negri, Unsika Terus Meroket Toreh Prestasi

Dedi mengatakan, saat ini tim verifikator gabungan dari dinas, kantor cabang disdik dan pengawas tengah memeriksa kesiapan sekolah di kecamatan yang masuk ke dalam zona hijau. Pengecekan dilakukan untuk melihat kesiapan sarana, prasarana dan konektivitas internet.

“Ini minggu terakhir verifikasi, minggu depan akan kita tes para guru. 18 Agustus akan kita evaluasi kembali dengan divisi lain, dengan IDI juga ada beberapa indikator yang kita lihat,” katanya.

Baca Juga  Pastikan Penerapan Prokes Covid-19, Polres Majalengka Monitoring Giat Kelulusan Sekolah SMP

Soal jumlah sekolah yang berada di zona hijau, kemungkinan dari 228 kecamatan yang kini berada di dalam zona hijau hanya dua puluh persennya saja yang bisa menggelar KBM tatap muka.

Sebelumnya, diumumkan ada 257 kecamatan di Jabar yang masuk zona hijau, namun pada analisa terakhir pada periode 27 Juli-2 Agustus jumlah kecamatan yang masuk zona hijau di Jabar berkurang.

Baca Juga  Ketua FPP Jabar KH Edi Komarudin Ingatkan Optimalisasi Peran Pesantren Sambut Realisasi UU Pesantren

“Verifikasi kendalanya adalah kesiapan infrastruktur karena ini tidak bisa disiapkan secara mendadak. Kita minta disiapkan ada fasilitas cuci tangan dengan air yang mengalir, tapi menunjukkan malah tempat wudhu. Masker juga, masker tembus pandang bisa disiapkan sekolah dari dana BOS atau BOPD,” ujarnya. (Ahmad syukri/inilahnews.com)

Komentar

News Feed