BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional sejak Jumat 4 Desember 2020 hingga 14 hari ke depan. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 73 tahun 2020.
Salah satu kebijakan dalam Perwal tersebut adalah menutup akses taman-taman kota untuk menghindari kerumunan warga. Tak terkecuali Taman Alun-alun Bandung yang kerap menjadi destinasi warga dan wisatawan setiap harinya.
Meski demikian, berdasarkan pantauan Ayobandung.com pada akhir pekan kemari, kawasan Alun-alun Bandung masih ramai dikunjungi warga maupun wisatawan luar kota. Para pedagang kaki lima nampak berderet menjajakan dagangannya di luar pagar Taman Alun-alun.
Sementara para pengunjung terpantau asyik memanfaatkan berbagai sudut Taman Alun-alun, Jalan Asia Afrika, Gedung Merdeka dan sekitarnya untuk berfoto. Para jurig alias orang berkostum hantu pun masih ‘berkeliaran’ di sekitaran Gedung Merdeka untuk berfoto bersama warga.
Meski mayoritas pengunjung terpantau mengenakan masker, namun masih banyak pengunjung yang membawa anak-anak tanpa masker dan atau face shield. Pemandangan serupa juga terjadi di ruas Jalan Braga yang kerap dipadati pengunjung untuk berwisata kuliner dan berfoto.
Walaupun cuaca sedari pagi terpantau mendung dan sempat turun hujan, namun hal tersebut tak menghalangi minat warga yang didominasi usia muda untuk berwisata ke kawasan Braga. Pengunjung terpantau ramai meskipun tidak sepadat hari-hari di akhir pekan sebelum PSBB dilaksanakan.
Selain itu, kawasan Jalan Dipatikur yang ditutup sejak pukul 18.00 hingga 06.00 pun terpantau masih cukup ramai pada sore pukul 17.00. Para pedagang kaki lima masih berjualan di area sekitaran kampus Unpad, meskipun di trotoar depan kampus Unpad nampak telah steril. Polisi maupun Satpol PP juga menerjunkan personilnya untuk berjaga di sekitaran Alun-alun, Jalan Asia Afrika dan Jalan Dipatiukur.











Komentar