oleh

Pemkot Bandung Dukung Komunitas Serlok Bantaran Revitalisasi Sungai Cikapundung

BANDUNG,- Komunitas Serlok Bantaran Indonesia berkolaborasi bersama Perintah Kota Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan pihak lainnya menggagas konservasi bambu, mata air, dan ikan native di bantaran Sungai Cikapundung.

founder Serlok Bantaran Indonesia, Nusep Supriadi mengatakan, Pemkot Bandung mendukung upaya Revitalisasi Sungai Cikapudung dan Serlok Bantaran.

Nusep mengungkapkan, Komunitas Serlok Bantaran Indonesia berdiri dua tahun lalu. Ia juga tergabung dalam komunitas Gejebur Tubing Adventure yang sering melakukan kegiatan “kukuyaan”. Baik Serlok Bantaran Indonesia maupun Gejebur Tubing Adventure, beranggotakan pecinta sungai.

Baca Juga  HPN 2023 SMSI: Bupati Zahir Sebut Batubara Punya Wisata Kuliner

“Awal berdirinya Serlok Bantaran, salah satunya untuk mengurangi limbah plastik, salah satunya sedotan plastik yang hanya jadi barang sekali pakai,” kata Nusep, Kamis (7/1/2021).

Nusep menuturkan, Sungai Cikapundung dulunya menjadi habitat banyak ikan-ikan sungai, seperti ikan badar, nilem, kekel, beunteur, dan lalawak. Namun saat ini hampir semua jenis ikan tersebut tidak lagi hidup di Sungai Cikapundung, Kalaupun ada iklan yang hidup, merupakan ikan pendatang seperti lele yang sebetulnya predator.

Baca Juga  Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Sukabumi Meningkat

“Saat ini Serlok Bantaran bisa dikunjungi masyarakat. Karena pandemi Covid-19, pengunjung dibatasi”.

Nusep menginginkan para pengunjung tidak hanya berwisata atau ber”selfie” saja. Dia berharap pengunjung mendapat nilai edukasi.

Selain menikmati keindahan, pengunjung bisa mendapati beragam kerajiban olahan bambu seperti sedotan bambu. Juga bisa melihat kerajibab hasil daur ulang limbah plastik. (Elly Susanto/indoartnews.com)

Komentar

News Feed