oleh

Waspadai Banjir 2021, Bappeda Kabupaten Bekasi Jemput Peran Pemerintah Pusat, Provinsi dan CSR Kawasan Industri

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Dedy Supriadi : Progress pembangunan dan pengentasan masalah Banjir Kali Bekasi dan Citarum dapat terealisasi mulai tahun 2021.

BEKASI – Program pembangunan Jakarta Tangerang Bekasi Purwakarta Cianjur (Jabotabekpunjur) dapat direalisasi mulai tahun 2021 ini. Progres utamanya berupa pengentasan masalah banjir di aliran Kali Bekasi, dan Sungai Citarum yang fokus di Bekasi.

“Masalah Banjir memang tidak dapat diselesaikan hanya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) saja, melainkan harus secara bersama, sebab aliran sungai melintas juga dari beberapa daerah. Salah satunya Kali Bekasi, dan Sungai Citarum,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriadi kepada SMSI, Selasa (28/06/2021).

Diakuinya program perencanaan tersebut, diinisiasi oleh para Gubernur, Bupati dan Walikota di wilayah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja mendampingi Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat saat pengecekan Tanggul Citarum yang jebol di Muara Gembong. (dok: red/2020)

“Alhamdulillah program tersebut sudah dirapatkan dan disepakati bersama Gubernur Jawa Barat, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat Banjir parah akhir tahun 2020,” ungkapnya.

Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tahun 1992 ini menjelaskan, program pembangunan serta pengentasan Banjir tahun 2021 difokuskan terhadap aliran Kali Bekasi dan Sungai Citarum yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Kita berharap melalui peran Pemerintah Pusat dan Provinsi, permasalahan Banjir dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain menjemput peran Pemerintah Pusat dan Provinsi, pihaknya (Bappeda_red) menggalang komitmen CSR dari kawasan industri untuk membersihkan sungai dari tumpukan sampah dan limbah industri.

“Saat ini dari total perusahaan di kawasan industri yang melaporkan anggaran CSR nya ke kita baru sekitar 20 – 30 persen”.

“Ke depannya harus ada komitmen dari pengusaha di kawasan industri agar anggaran CSR nya tidak keluar wilayah Kabupaten Bekasi”.

“Sehingga program perencanaan dan pembangunan dapat terlaksana sebagaimana diharapkan bersama,” pungkasnya. (Mitranews.net/Don)

Baca Juga  Filipina Hentikan Gunakan Vaksin AstraZeneca di Bawah Usia 60

News Feed