oleh

Durasi Penggunaan Gawai Meningkat Selama Pandemi

BANDUNG, — Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada kesehatan mental masyarakat. Berdasarkan survei Puslitbangkes Kemenkes pada 2020, sekitar 6,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas. Dari angka tersebut, 85,3 persen di antaranya tidak memiliki riwayat gangguan psikiatri.

Direktur Utama RSJ Jabar Elly Marliyani mengatakan, ada peningkatan durasi penggunaan gawai selama pandemi demikian hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk ‘Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi’, Rabu (7/10/20). Kegiatan itu sekaligus memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2020..

Berdasarkan penelitian RSCM FK UI di bulan April-Juni 2020, terjadi peningkatan waktu rata-rata penggunaan gawai hingga 11,6 Jam per hari dan peningkatan kecanduan internet pada remaja sebesar 19,3 persen. Kondisi itu berpotensi menyebabkan stres bagi orang tua maupun anak.

“Terbukti sejak pandemi, terjadi peningkatan kunjungan pasien gangguan cemas di RSJ sampai dengan September 2020 sebanyak 14 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019,” kata Elly.

Baca Juga  Astaghfirullah... Dalam Satu Hari Hampir Seribu Warga Kabupaten Bogor Positif Covid-19

Menurut Elly, program KJOL diciptakan agar masyarakat dapat berkonsultasi secara virtual dengan psikiater atau psikolog. Selain itu, screening melalui website pun dapat dilakukan, seperti screening kesehatan jiwa, kecanduan gadget, deteksi dini bunuh diri, dan tes lainnya.

“Sehingga diharapkan masyarakat paham pentingnya kesehatan jiwa, sadar sejak dini kesehatan jiwa adalah investasi,” tutup Elly.Rie/Lenterajabar.com

Komentar

News Feed