oleh

Pilkada Serentak Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19

BANDUNG — Pilkada Serentak 2020 berpotensi munculkan 9.000 kasus Covid-19 baru. Hal tersebut dapat terjadi bila protokol kesehatan tidak dilaksanakan secara ketat.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Senin (7/12/2020).

Oleh karenanya, ia meminta agar para petugas pemilu dan masyarakat untuk senantiasa mentaati aturan. Sehingga penyebaran Covid-19 dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020 tersebut dapat dihindari.

Baca Juga  Ini Kebijakan Gugus Tugas Jabar di Dua Ponpes Terkonfirmasi Positif COVID-19

“Saya titip pada petugas dan semua pihak agar mentaati (protokol kesehatan). Buktikan pilkada bisa sukses. Karena kalau dilanggar, hitungan dari kita bisa berpotensi sampai 9.000 kasus baru,” ungkap Emil.

Emil mengatakan, untuk meminimalisasi kerumunan orang dala proses pemilihan, pihaknya telah meminta agar proses penghitungan suara dilakukan secara digital. Sehingga, tidak ada petugas yang berkumpul terlalu lama dalam satu tempat selepas pencoblosan.

“Jangan lama-lama melakukan proses di TPS. Jabar sudah diperintahkan untuk melakukan e-rekap. Kan nyoblos digital belum boleh, kalau rekap digital saya rasa tidak ada masalah agar orang tidak berlama-lama di satu titik,” ungkapnya.

Baca Juga  Terkait Label Peringatan Konsumen, Ketua Umum JPKL Akhirnya Melayangkan Surat Ke BPOM......!

Selain itu, ia juga menyebut telah melakukan pengetesan rapid dilanjut tes swab bagi para petugas pemilihan. Bila ada yang positif Covid-19, maka KPU akan segera menggantinya.

“Idealnya semua yang akan nyoblos dites, tapi kapasitas tidak memungkinkan. Maka pengetesan dilakukan pada petugas,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar seluruh petugas dan peserta Pilkada Serentak untuk disiplin mentaati protokol kesehatan. Rumus 3M harus terus dilakukan agar penyebaran Covid-19 seperti pada saat libur panjang tidak kembali terulang.

Baca Juga  Diklaim Pertama di Indonesia, Bupati Cirebon Resmikan Majelis Taklim Terpadu

“Antisipasi sudah kita lakukan, simulasi sudah dilakukan, tinggal kedisiplinan saja. Selama kita kunci lubang pernapasan kita ini oleh masker, harusnya sih tidak ada peningkatan,” ungkapnya.

Komentar

News Feed