oleh

Bed Occupancy Rate (BOR) Melonjak Tinggi, Ini Kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat

BANDUNG – Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Jawa Barat hampir penuh. Adapun rata-rata secara keseluruhan, BOR RS di Jabar mencapai 81,3 persen alias telah terisi 12.492 pasien inap dari total tempat tidur yang tersedia 15.365 unit. Angka tersebut berada di atas ambang batas BOR yang telah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 60 persen.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntammah mengatakan pihaknya selalu memantau apa kebijakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi jawa barat dalam penanganan lonkajan covid 19 yang sangat tinggi.

“Kami Komisi V melakukan rapat dengan jajaran terkait dimana hadir secara daring Pa sekda, dinas kesehatan, Labkesda, juga DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Kami selalu memantau apa kebijakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi jawa barat dalam penanganan lonjakan covid 19 yang sangat tinggi, bahkan tertinggi yang pernah terjadi di dalam provinsi jabar ini, dalam sehari bisa sampai 8000 lebih yang terkonfirmasi positif”, katanya.

Baca Juga  Langkah Awal Mengintegrasikan Seluruh Aplikasi Online, Puslitbang Polri Melaksanakan Penelitian Di Polda Jabar

Siti pun mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan upaya cukup maksimal untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Langkah-langkah yang di lakukan oleh pemerintah provinsi jawa barat, diantaranya yaitu penambahan rumah sakit, dan setiap rumah sakit di jawa barat telah melakukan penambahan bed dikiranya sudah cukup sigap.

“Seperti di rumah sakit Al Islam dari 190 menahkan 40 bed ditambahkan juga dengan tenda tenda darurat demikian juga yang ada di kota bandung, depok, bekasi dan beberapa di kota kota lain nya”, lanjutnya.

Siti juga menjelaskan mengapa BOR (Bed Occupancy Rate) di Rumah Sakit khususnya di Jawa Barat mengalami lonjakan yang sangat tinggi dijelaskan menurutnya bahwa virus varian delta ini memiliki kemampuan transmisi atau penularan yang sangat tinggi, varian ini lebih mudah menular dibandingkan varian lainnya.

Baca Juga  PSBB Proporsional di Jabar Diperpanjang hingga 31 Mei 2021

“Bahwa ternyata masyarakat yang terkonfirmasi covid dengan varian delta yang begitu sangat cepat dan memberikan dampak yang sangat cepat juga ini membuat lapisan masyarakat panik sehingga rumah sakit penuh sehingga BOR (Bed Occupancy Rate) mencapai angka 90 sekian hampir 100% bahkan di beberapa rumah sakit sudah mencapai 100%”, tambahnya.

Untuk diketahui, keluhan mulai terbatasnya tempat tidur perawatan atau Bed Occupancy Ratio (BOR) Pasien covid-19, serta ditambahnya kenaikan masyarakat yang terapapar masih sangat tinggi di Jawa Barat. Membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah cepat dengan menjadikan Hotel Asrilla Kota Bandung sebagai tempat Isolasi.

Baca Juga  7 Pejabat Pemda Bandung Barat Kembali Diperiksa KPK, Ini Daftarnya

Siti berharap, untuk mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 ini, maka butuh kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat dalam mensukseskan PPKM ini diharapkan menjadi efektifiti dan tidak terjadi lagi penumpukan di rumah sakit serta BOR (Bed Occupancy Rate) di rumah sakit pun dapat menurun.

“Dari hasil survey ketika coba di amati dari masyarakat yang terkonfirmasi positif datang kerumah sakit 70% nya itu bergejala ringan ke sedang untuk itu kemudian dibuat lah sebuah kebijakan yang dinamakan PPKM dan kebijakan PPKM ini inshallah dilakukan disetiap wilayah dari tingkat RT,RW, dan Desa, bahkan pemerintah provinsi jawa barat sendiri telah menyediakan tempat tempat isolasi bahkan ada sekian ribu tempat yang tersedia di Desa yang ada di jawa barat untuk menampung pasien pasien isolasi dengan gejala ringan sampai dengan sedang”, tandasnya.

(Terasjabar.co)

News Feed