oleh

Zona Merah, Bandung Barat Batasi Kunjungan Wisatawan

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas yang tersedia. Hal tersebut diberlakukan usai KBB ditetapkan sebagai zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19.
Meski ditetapkan zona merah, daerah tingkat RT dan Desa di KBB tak ada yang berstatus zona merah. Mayoritas justru zona hijau dan kuning.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, jika berbicara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, desa-desa di Bandung Barat rata-rata berada di zona hijau dan kuning sehingga objek wisata tetap dibuka.
“Per desa di KBB ini bervariasi jadi. Kalau bicara PPKM Mikro tempat-tempat wisata itu ada yang di zona hijau sehingga dibolehkan untuk dibuka,” kata Hengky saat ditemui di Mason Pine Hotel, Bandung Barat, Kamis 10 Juni 2021.
Namun jika ada desa yang masuk zona merah di Bandung Barat, tegas Hengky, maka objek wisata yang ada di desa tersebut harus ditutup. “Kalau zona merah (desanya) tentu kita tutup (wisatanya) supaya tidak meluas,” ujarnya.
Hengky menekankan, yang terpenting dalam situasi pandemi Covid-19 pihaknya selalu berupaya untuk menekan penilaran virusnya. Namun disatu sisi, kata dia, perekonomian tetap berjalan.
Sekretaris Daerah KBB, Asep Sodikin mengatakan berdasarkan rapat dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, objek wisata tetap dibuka sebab berdasarkan hasil evaluasi tidak ada desa yang masuk zona merah. Termasuk di kawasan Lembang.
“Alasannya karena di tingkat desa tidak ada zona merah, mayoritas hijau dan kuning,” bebernya.
Meski boleh dibuka, pihaknya meminta kepada semua pelaku pariwisata untuk membatasi jumlah kunjungan maksimal 25 persen dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.
Baca Juga  Polemik Postingan Ridwan Kamil, Pemprov: Itu Potret Petani Milenial Masa Depan

News Feed