oleh

Pilot dan Pramugari Asal Jabar Masuk dalam Korban Sriwijaya Air, Emil Berduka

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut berduka menyusul dua orang warga Jabar yang menjadi korban musibah jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu.

Dua orang warga Jabar tersebut adalah pilot Kapten Afwan warga asal Cibinong Bogor dan Oke Dhurrotul Janah yang merupakan pramugari warga Bandung Barat.

“Jadi mewakili perasaan kita semua se-Indonesia, kita sangat berduka cita atas jatuhnya musibah pesawat pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu dan sekarang proses evakuasi masih berlangsung, kebetulan kaptennya adalah warga Kabupaten Bogor,” ujar Ridwan Kamil di Polda Jabar, Kota Bandung, Senin (11/1/2021).

Baca Juga  Empat Hari Penyuntikan Vaksin di Kota Bandung Aman

Terkait bantuan, Emil juga menuturkan akan ada bantuan kepada korban. Namun, dia tak menjelaskan secara rinci terkait bantuan yang dimaksud.

“Saya kira bantuan apa pasti ada, itu bagian dari kemanusiaan kita. Seperti halnya kemarin kita gerak cepat sambil membantu juga tiba di Sumedang kira-kira begitu,” tuturnya.

Emil juga menjelaskan, bahwa Bupati Bogor Ade Yasin telah mengunjungi kediaman Pilot Kapten Afwan di daerah Cibinong, Bogor.

Baca Juga  Jemaah Haji Jabar yang Meninggal Jadi Tujuh Orang

“Kita sudah titipkan Kepada Bupati Bogor untuk melakukan takziah, juga ke Bupati Bandung Barat untuk melakukan hal yang sama,” katanya.

Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga berharap agar tahun 2021 tidak ada lagi musibah yang membuat masyarakat sedih.

“Kita saling mendoakan agar dalam tahun 2021 ini, berita buruknya sedikit kira-kira begitu, berita baiknya lebih banyak. Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/11/2021) pukul 14.40 WIB. Pesawat hilang kontak setelah 2 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Baca Juga  Oded Intruksikan Satgas Covid-19 Tingkatkan Pengawasan

Hingga saat ini, tim gabungan dari Basarnas, nelayan, maupun perangkat lainnya masih terus melakukan pencarian puing-puing pesawat. Diduga mesin pesawat telah ditemukan, kemudian roda dan bagian serpihan pesawat lainnya sudah mulai ditemukan. Tim gabungan pun telah mendeteksi keberadaan black box pesawat di lokasi.

 

Komentar

News Feed