CIANJUR – Bagi para pemancing di rakit Jangari Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat pastinya sangat familiar dengan Abah Aef. Ia adalah pelopor mancing rakit di daerah Jangari dan sekarang ini dia sukses memiliki 50 rakit mancing. “Awalnya buka rakit mancing sekitar tahun 90an, dimana saat itu saya merasa perlu usaha lain di luar mata pencaharian saya sebagai nelayan. Maka saat muncul usaha mancing rakit yang bisa menghidupi keluarga saya hingga kini,” kata Abah Aef, minggu (11/10).
Sewaktu muda, Abah Aef adalah seorang nelayan biasa yang mengeliling Danau sekitaran Waduk Cirata dengan perahu nya. “Dulu waktu saya masih kuat, saya nelayan kecil yang berlayar dengan menggunakan perahu dayung mencari ikan hingga pelosok-pelosok, ucapnya. “Saya juga pernah berlayar ke Danau di Purwakarta seperti Waduk Jatiluhur menggunakan perahu dayung sambil memancing ikan,” cerita Abah Aef.
Seiring dengan semakin menua fisiknya yang mana Abah Aef sekarang usia 60an tahun dengan 6 anak serta 10 cucu maka Abah Aef konsentrasi penuh mengantar tamu mancing di Rakit dengan perahu mesin bargas. “Saya bersyukur bisa usaha menjadi pemandu mancing di rakit. Setiap harinya ada saja orang yang memancing dan hasilnya bisa untuk makan keluarga,” ucap Abah Aef.
perahu Bah Aef tampak parkir di Dermaga Jangari Cirata
Dalam soal ilmu mancing di Rakit, Abah Aef tidaklah pelit membagi ilmunya kepada pemancing maupun teman-temannya yang ingin membuat rakit. “Dalam membuat Rakit kita harus tahu struktur dasar air danau seperti lumpur dan pasir agar kuat tidak terbawa gerusan angin dan ombak,” kata Abah Aef. Ketika ditanya berapa modal satu Rakit, ia menjawab itu relative tetapi kisarannya antara 3 juta – 5 juta.
Kini Abah Aef dan para pemancing di jangari cirata bisa menikmati hasilnya, apa lagi setelah banyaknya Komunitas pemancing Rakit yang semakin hari semakin bertambah.
JAKARTA – Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI PROFESIONAL) resmi dideklarasikan sebagai wadah baru bagi para advokat di tanah air. Deklarasi digelar pada
JAKARTA – Momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi periode dengan mobilitas tertinggi masyarakat Indonesia. Tradisi mudik, arus balik, serta meningkatnya perjalanan liburan
Universitas Jayabaya secara resmi mengukuhkan Prof. (HC) Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian sebagai Guru Besar Baca Juga Syaikhu Protes Kebijakan Jalur Pesepeda
JAKARTA, 12 Februari 2026 – Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang (JARNAS) hari ini meluncurkan Laporan Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2025 yang mengungkap
Serang, 8 Februari 2026 – Google News Initiative (GNI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem jurnalisme berkualitas di Indonesia, melalui forum GNI
Komentar