oleh

Anggaran KONI Bandung Barat Dipertanyakan?

KAB. BANDUNG BARAT,- Anggaran Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat dipertanyakan oleh empat Empat pengurus Cabang Olahraga (Cabor). Pasalnya, hingga saat ini anggaran yang disebut-sebut telah cair 100 persen tersebut belum diterima seluruhnya oleh 54 Cabor yang ada di bawah naungan KONI KBB.

Empat pengurus Cabor tersebut yaitu, IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia), PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia), PLGI (Persatuan Layar Gantung Indonesia), serta PGI (Persatuan Golf Indonesia).

Ketua Umum IPSI KBB Asep Hendra Maulana mengatakan, pihaknya bersama empat pengurus Cabor itu menanyakan anggaran uang insentif bagi pelatih, atlit serta uang pembinaan yang belum kunjung cair hingga saat ini.

“Dari 54 cabor yang ada di KBB, baru 18 cabor yang menerima pencairan anggaran, sedangkan 36 cabor lainnya belum menerima,” kata Asep saat memberikan surat kepada Koni KBB, Jum’at (11/12/2020).

Baca Juga  Keterangan Berbelit, Jaksa KPK Cecar Kepala BPPD Kota Bandung

Ia memaparkan, sampai saat ini belum ada penjelasan sama sekali dari pengurus KONI KBB terkait keterlambatan tersebut.

“Awalnya kami positif thinking, namun karena sampai saat ini belum juga cair, tampaknya memang ada sesuatu yang tidak beres,” paparnya.

Ia mengungkapkan, bila mana nanti ada rapat tahunan KONI, tentu saja lebih pokok dan wajib adalah insentif bagi para pelatih yang didahulukan.

“Bukannya melakukan rapat anggota tahunan, kalau tidak ada uang untuk pembinaan, seleksi dan sebagainya nol besar bagi kita untuk berprestasi,” terangnya.

Menurutnya, Koni merupakan wadah bagi para cabor agar berprestasi, selain itu, KBB pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun 2022 nanti sebagai tuan rumah.

Baca Juga  Ketua Jamparing Saluti Bupati Bandung Tunda Pilkades Serentak

“Hal itu merupakan momentum bagi setiap cabor untuk menampilkan prestasinya, kalau kita tidak melakukan pembinaan bagaimana kita akan berprestasi,” ujarnya.

Ia berharap, agar anggaran tersebut bisa dicairkan serta dari pihak pengurus KONI KBB bisa lebih koperatif bisa menemui para cabor se-KBB untuk berdiskusi dan berdialog.

“Saya berharap pengurus KONI menemui kami dan membahas semuanya,” tandasnya.

Sementara itu, Dadang Ketua Cabor Gantole mengatakan, sebelumnya pernah ada kesepakatan pada bulan Juli setelah cair 100 persen akan dibagikan bersamaan, namun ternyata tidak bersamaan.

“Untuk dana insentif dan DOP Atlit kami sudah cair mungkin karena nilainya kecil, namun untuk anggaran yang Porkabnya hingga sampai sekarang belum cair juga” katanya.

Ia menjelaskan, sesuai kesepakatan dengan pihak KONI KBB apabila Porkab KBB tidak di laksanakan di bulan Desember ini, dana akan di bayarkan untuk pembinaan ke dana Cabor, sesuai kebutuhannya dan sampai sekarang belom cair.

Baca Juga  Rapat Tahunan KONI KBB Sempat Memanas, Ada Apa

“Yang kami tanyakan adalah dana PORKAB karena nilainya sangat besar. Sesuai kesepakatan apabila hingga Desember ini tidak dilaksanakan, maka anggaran akan dikembalikan kepada 54 Cabor,”jelasnya

Ia mengungkapkan, dari dana total Rp.10 milliar itu, yang belum terserap ada 36 cabor sekitar Rp.1 miliar. Ditambah dengan dana tahun 2018 harusnya sudah di kembalikan ke cabor sehingga total sekitar Rp.3 miliar.

“meski anggaran cair ataupun tidak pihaknya tetap akan terus berjalan, hanya kebutuhannya saja yang jadi tertunda,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak KONI Kabupaten Bandung Barat belum bisa dikonfirmasi.

 

(CepDar/PenaKu.ID)

Komentar

News Feed