BANDUNG — Tingkat keterisian atau okupansi rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat minggu ini mengalami penurunan sebesar 4%.
Hal tersebut menunjukan jumlah ruangan isolasi untuk merawat pasien Covid-19 di Jabar bertambah.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, sebelumnya keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 terus meningkat. Ia pun sempat khawatir okupansi mencapai ambang batas maksimal yang ditetapkan WHO yakni 60%.
“Keterisian RS bukannya naik, tapi turun. Ini mengindikasikan ketersediaan ruang isolasi secara umum tidak melewati batas WHO yakni 60%,” ungkap Emil dalam konferensi pers di Mapolda Jabar yang disiarkan secara daring, Senin (12/10/2020).
Ia mengatakan, hingga hari ini okupansi mencapai 54%. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari minggu sebelumnya yang telah mencapai 58%.
“Hari ini di 54%, tadinya 58%. Saya sudah khawatir menerobos 60%,” ungkapnya.
Adapun jumlah pengetesan PCR untuk warga Jabar, ia mengatakan, minggu ini juga telah bertambah. Pihaknya masih terus mengejar standar WHO dalam pengetesan Covid-19 yakni minimal 1% dari total jumlah populasi penduduk.
“PCR sudah dekati standar WHO. Harusnya 48 ribu (pengetesan), minggu ini sudah 42 ribu. Ini terus kita upayakan untuk naik,” jelasnya.











Komentar