oleh

Wabup Tasik Deni Sagara Curhat Ke Ganjar Pranowo Soal Urus Rakyat Miskin

TASIK–Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Rhamdani Sagara, menemui seniornya yang juga sesama alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang  menjabat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (10/3/2021) malam.

Deni yang sepanjang sejarah di Indonesia menjabat wakil kepala daerah paling singkat selama 42 hari, curhat mengenai bagaimana cara mengurus rakyat miskin meski hanya memiliki kesempatan kurang dari dua bulan sebagai wakil bupati.

“Saya mengobrol lama dengan senior saya di UGM dan kita bergabung di keluarga alumni Gadjah Mada (Kagama) Indonesia. Saya curhat bagaimana cara mengurus rakyat miskin dan memanfaatkan jabatan saya yang singkat ini agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Deni kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (12/3/2021).

Baca Juga  Bupati Ciamis Kick Off Vaksinasi Anak, Targetkan 300 Orang Divaksin Dalam Sepekan

Menurutnya, dalam obrolan santai di rumah Ganjar, dirinya mengemukakan tentang kondisi sebagaian masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang sampai sekarang masih kesulitan ekonomi. Padahal, alokasi anggaran bantuan kemiskinan tiap tahunnya sangat banyak tapi tak mampu dirasakan langsung masyarakat.

Temuan tersebut dikatakan Deni ditemukan langsung saat dirinya menginap di rumah warga di perkampungan terpencil untuk mengisi waktu selama 42 hari menjabat sebagai wakil bupati.

Baca Juga  Kota Sukabumi Laksanakan Vaksinasi Covid-19, Achmad Fahmi Menjadi yang Pertama

“Saya sampaikan juga ke Pak Ganjar bahwa di Tasikmalaya ternyata masih ada keluarga yang makan hanya dengan garam setiap harinya. Dan paling mewah itu lauknya goreng tempe atau tahu. Bahkan ada pula yang sampai 3 hari tidak makan nasi lantaran tak memiliki uang untuk membeli beras, padahal lokasi sekitarnya pertanian,” ucapnya.

Ia menuturkan, dengan kondisi tersebut pihaknya meminta saran dan solusi yang bisa ia lakukan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Pak Ganjar mengatakan kepada saya, salah satu solusinya itu yaitu sebagai pimpinan daerah harus mengumpulkan semua kepala dinas dan instansi lainnya hingga ke kepala desa, dan mengintruksikan supaya melaporkan jika ada temuan warga miskin ke pimpinan daerah,” tuturnya.

Baca Juga  Atasi Genangan, Pemkot Bandung Uji Coba Sumur Imbuhan Dalam

“Menurut Pak Ganjar, laporan dari kadis, camat hingga kades, nantinya akan menjadi data sehingga memudahkan untuk menggulirkan program pengentasan kemiskinan,” kata dia.

Deni pun berjanjin akan secepatnya mengintruksikan seluruh kadis, camat, dan kades untuk mendata warga yang benar-benar miskin yang kemudian dilaporkan ke dirinya.

“Minggu depan saya akan langsung melaksanakan solusi dari senior saya Pak Ganjar,” ucapnya.

Komentar

News Feed