SUBANG– Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, Nunung Syuhaeri mengatakan bahwa permasalahan keluarga yang cukup komplek salah satunya yaitu masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dia mengajak untuk memberikan perhatian terhadap anak di nomor satukan, stop kekerasan dalam bentuk apapun baik ucapan maupun tindakan, gaya mendidik tidak boleh surut kebelakang melainkan harus sesuai dengan zaman, beri peluang kepada anak-anak untuk memilih masa depan dan tetap dalam bimbingan orang tua.
“Mulai saat ini khususnya anak-anak harus mengetahui batasan-batasan pergaulan yang mana diperbolehkan maupun yang tidak, jangan mudah percaya dengan siapapun,” kata Nunung, Selasa (13/10) saat Rakor di Ruang Rapat Bupati Subang.
Lebih lanjut dia meminta anak-anak perbanyak kegiatan ekstrakurikuler positif di sekolah sedangkan bagi perempuan, terlebih zaman tekhnologi yang semakin pesat seperti saat ini, hendaknya menghindari segala potensi timbulnya tindakan kekerasan dan pelecehan seksual seperti tidak memajang foto sendirian di sosial media yang akan membuat lawan jenis tertarik.
.
“Tindakan kekerasan dan pelecehan seksual bagi anak dan perempuan yang terjadi akhir-akhir ini semestinya dapat diantisipasi dengan berbagai cara yakni berpakaian sopan, menghindari segala bentuk potensi terjadinya kejahatan, dan melakukan kegiatan yang positif,” tandasnya.
.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang menyampaikan keberadaan perempuan dan anak harus dijaga dan dihormati, stop kekerasan terhadap anak dan perempuan, keteladanan dari orang tua kepada anak harus diberikan, demikian juga perempuan harus menghargai dirinya, dengan cara tetap menjaga adat istiadat dan budaya, jangan berikan kesempatan timbulnya kekerasan dengan memancing mancing permasalahan..
*Sebisa mungkin jangan ada kesempatan timbulnya kekerasan, jaga adat istiadat serta budaya ketimuran,” pungkasnya. (Nandang/onediginews).











Komentar