CIMAHI, – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI), Kota Cimahi yang merupakan olah raga langka kini tengah mempersiapkan diri untuk meraih prestasi di Pekan olahraga daerah (Porda) XIV Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun 2022. Begitu juga, para pengurus FOPI, pelatih dan juga para Atletnya bersatu padu untuk meraih prestasi di ajang Multi Event Provinsi Jabar yang bergengsi ini.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi FOPI Kota Cimahi Ranto Sitanggang, SH., MH mengatakan, sejalan dengan hal tersebut FOPI Kota Cimahi para atletnya terus berlatih dan dipersiapkan untuk menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Porda XIV Jabar yang rencananya akan dilaksanakan tangga 6 hingga 11 Juli 2021. Dimana Kota Cimahi sendiri, akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan BK Cabang olahraga (Cabor) Petanques.
“Untuk Cabor Petanque sendiri, akan mempertandingkan 7 Nomor pada kegitan BK Porda XIV Jabar, yaitu Double Men, Double Women, Double Mix, Triple Men, Triple Women, Triple Mix 1Men 2Women, dan Triple Mix 2Men 1 Women,” ujar Ranto Sitanggang, SH., MH dalam siaran Persnya, Minggu (14/2/2021).
Dikatakan Ranto, sehubungan dengan pelaksanaan BK, buku panduan teknis (technical handbook) untuk BK Porda XIV Jabar Cabor Petanque yang rencananya akan ditetapkan, ternyata menuai Kontroversi karena adanya Diskriminasi terhadap Atlet. “Yaitu berupa larangan Atlet Petanque Sea Games untuk turun dalam beberapa Nomor Pertandingan dan dibatasi keikusertaannya hanya dalam 1 Nomor Pertandingan saja,” tambah Ranto.
Untuk itu, apabila technical handbook, dipaksakan untuk ditetapkan oleh Pengprov FOPI Jawa Barat, yang isinya tetap melarang atlet Sea Games dalam BK untuk ajang Porda XIV tetap dibatasi hanya 1 nomor yang bisa diikuti. “Secara nyata, sudah melanggar Keputusan KONI JABAR No. 65 Tahun 2020 tentang Peraturan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XIV Jawa Barat Tahun 2022 dan sekaligus mendriskiminasikan hak dan kewajiban atlet Sea Games,” tegasnya.
Lebih lanjut Ranto menyatakan, namun bila saja ada pembatasan harus merujuk kepada Keputusan KONI Jawa Barat. Yaitu, pembatasan hanya diberlakukan pada Usia Atlet yang boleh turun di ajang Multi Event. “Untuk itu FOPI Kota Cimahi dengan tegas menolak upaya-upaya diskriminasi terhadap Atlet Petanque dalam ajang Porda XIV Jabar. Kepada KONI Jabar juga, diminta untuk meninjau kembali Buku panduan teknis (technical handbook) Cabor petanque,” jelas Ranto.
Sebagaimana tujuan olahraga adalah untuk mencari prestasi, pihaknya meminta untuk mengembalikan marwah FOPI sesuai tujuan dan fungsi dibentuknya FOPI berdasarkan AD ART FOPI yang salah satunya adalah. Yakni, “Meningkatkan Mutu dan Prestasi melalui olahraga Petanque Indonesia” dan juga “Meningkatkan Prestasi olahraga Petanque secara berencana di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional maupun Internasional”.
Dalam dunia olahraga boleh diterapkan politik olahraganya, tetapi para akademisi yang ada di Kepengurusan FOPI tidak bisa sewenang-wenang menghilangkan jiwa sportivitas yang di akhiri dengan kekotoran, ini tidak sesuai dengan tujuan Olahraga yang sebenarnya. “Bagaimana kita mau meningkatkan mutu dan prestasi olahraga Petanque Indonesia, di ajang Multi Event Porda XIV Jabar saja sudah seperti ini. Seharusnya, ajang BK ini sebagai pembuktian bagi Atlet-atlet Binaan Kabupaten/Kota bisa bersaing dengan Atlet-atlet Petanque Sea Games,” tegas Ranto. (**/FORMASNEWS.COM)











Komentar