INDRAMAYU – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sindang Indramayu baru saja menggelar pelantikan Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Masa Bakti 2020-2021 pada Kamis (8/10/2020) lalu. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelantikan pengurus MPK dilakukan secara virtual melalui kanal Youtube sekolah.
Kepala SMAN 1 Sindang, Sulkhin menjelaskan, pelantikan virtual dilakukan dalam upaya adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Pelantikan pun hanya dihadiri beberapa orang dengan memperhatikan protokol kesehatan. “Biasanya, pelantikan dilakukan secara massal dan disaksikan oleh ribuan warga sekolah. Tetapi, kali ini dilakukan secara virtual,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (14/10/2020).
Sulkhin mengatakan, para siswa yang dilantik adalah pencetak dan pelaku utama sejarah di sekolah. Dengan semangat kebersamaan dan tujuan yang jelas, Sulkhin berharap, para pengurus MPK mampu mewakili aspirasi siswa di sekolah. Ia juga memuji kinerja pengurus MPK sebelumnya yang telah bertransisi dengan baik pada masa pandemi.
“Pengurus MPK sudah membuktikannya bahwa sesulit apapun kondisi saat ini, jika punya niat dan tanggung jawab terhadap organisasi, tidak ada lagi kesulitan,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada pengurus MPK yang baru dilantik agar mampu bertugas secara optimal. Salah satu agenda yang akan dilaksanakan, yakni pemilihan ketua OSIS. Namun, Sulkhin menegaskan kepada para siswa untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan hingga semua kembali normal. “Kita semua harus tetap kompak dan konsekuen. Jaga kesehatan, jaga jarak, tetap pakai masker, dan jangan bepergian jika tak ada kepentingan mendesak,” imbaunya.
Siap Hadapi Tantangan
Ketua MPK SMAN 1 Sindang, Daris Aviceena menyadari ada banyak tantangan yang harus ia hadapi dalam kepengurusan MPK di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini. Terlebih dalam mempersiapkan program terdekat, yakni pemilihan ketua OSIS. Kondisi tersebut membuat Daris dan anggotanya terpacu untuk berinovasi. “Mekanisme (pemilihan nanti) pasti beda banget. Salah satu inovasi yang kami rencanakan adalah memanfaatkan teknologi,” ungkap siswa kelas XI IPA 7 ini.
Ia bercerita, ketertarikannya menggeluti organisasi di sekolah dilatarbelakangi rasa percaya yang diberikan oleh teman-temannya. Hal tersebut pun didukung peran sekolah yang sangat aktif mendorong siswa untuk berorganisasi. “Sekolah sangat mendukung dan mengapresiaasi. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah hingga guru pun sangat mendukung. Ini bisa jadi batu loncatan bagi kami sebagai penerus bangsa agar menjadi lebih baik ke depannya,” tutur siswa yang hobi pelajaran fisika tersebut.
Sulkhin mengaku, dirinya mendapat banyak manfaat saat berorganisasi. Salah satunya, sebagai media pengembangan diri. Ia pun mengajak para siswa di Jawa Barat untuk aktif berorganisasi. “Organisasi tidak akan mengurung atau menahan diri kita. Sebaliknya, justru akan mengasah dan bisa menunjukan potensi kita ke teman-teman yang lain. Itu juga bisa menjadi penyemangat buat kita, sekaligus memberikan rasa percaya bahwa kita bisa,” tutupnya.
(Septri/cakrawalajabar.com)











Komentar