Rektor Unsika (Universitas Singaperbanga Karawang) dinobatkan sebagai Duta Literasi Kampus oleh GPMB (Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca) Perpustakaan Nasional pada kegiatan Seminar Pendidikan dan Literasi Nasional, Sabtu (13/11), di kampus Unsika yang diselenggarakan oleh BEM FAI (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam) Unsika.
Penobatan Rektor Unsika ini disaksikan langsung oleh Gol A Gong, penulis nasional sekaligus duta baca Indonesia. Turut hadir Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Drs. H. Asep Junaedi, M.Pd; dan Ketua Umum GPMB Dr. Tjahyo Suprayogo.
“Perkembangan teknologi saat ini jangan sampai mereduksi tatanan kehidupan, justru harus lebih meningkatkan kualitas kehidupan,” kata Tjahyo dalam sambutannya.
Tjahyo berharap ke depan, besar harapan Unsika menjadi pilot project pengembangan budaya literasi digital kampus dan memberikan inspirasi kepada universitas lain.
Wakil Dekan bidang akademik dan kemahasiswaan Fakultas Agama Islam Unsika Dr. Astuti Darmiyanti menambahkan, kegiatan ini merupakan respons dari mahasiswa FAI terhadap budaya literasi yang masih jauh dari ekspektasi. Ia menekankan pentingnya pemahaman literasi digital untuk generasi muda.
Dalam paparannya, Rektor menekankan kepada para civitas akademika dan tenaga pendidikan Unsika untuk melek terhadap perkembangan literasi digital. Ia juga menekankan kepada Fakultas Agama Islam untuk bisa menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi yang berkembang saat ini, dengan tetap mempertahankan substansi dari muatan Islam yang ada. Karena di kemudian hari dimungkinkan banyak pekerjaan yang beralih dari manual ke digital, dan itu membutuhkan skill.










