NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM — Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak mau buru-buru menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengingat tren kasus Covid-19 belum mereda.
Diketahui, saat ini KBB masih masuk dalam zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus Corona.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan, KBB, Asep Nirwan mengatakan selain pertimbangan kasus Covid-19, pihaknya belum membuat kesepakatan dengan tim Satgas dan unsur pendidikan baik dari Disdik dan orang tua siswa.
“Awalnya kita agendakan dari dua minggu lalu tapi belum terealisasi. Rencananya pekan depan kita ajukan lagi untuk pelaksanaan simulasi PTM,” terang Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan, KBB, Asep Nirwan kepada wartawan, Senin 14 Juni 2021.
Dia menjelaskan, ada tiga unsur yang semuanya harus sepakat ketika akan menjalankan simulasi PTM. Yakni pemda melalui gugus tugas, disdik mencakup sekolah, guru, siswa, dan sarana prasarana, serta masyarakat terdiri dari orang tua siswa dan pihak komite.
Ketika ada salah satu unsur dari tiga elemen tersebut tidak siap atau menyatakan keberatan, maka PTM tidak bisa dilaksanakan. Namun sejauh ini, lanjut dia, sebanyak 188 SMP baik swasta dan negeri di KBB, dari aspek sapras pendukung pencegahan Covid-19 sudah siap.
“Kalau sapras pendukung seperti untuk cuci tangan sudah siap. Hanya kalau untuk syarat satu kelas satu toilet itu agak berat, termasuk mekanisme pemberian masker ke siswa yang tidak boleh dilakukan di sekolah,” terangnya.
Jika simulasi jadi dilakukan rencananya akan dilakukan di satu SMP pada setiap kecamatan. Kapasitas kelas juga tidak akan lebih dari 20 siswa dan sehari hanya dua jam agar tidak terjadi kerumunan antara siswa yang datang dan pulang.
“Kita siapkan skema simulasi yang sesuai prokes agar aman dan tidak muncul kasus,” pungkasnya.










