oleh

Inilah Komentar Warga RW 05 Kelurahan Sukarasa Ditengah Pandemi COVID-19

BANDUNG – Masuknya virus Corona atau Covid-19 ke Indonesia dan menginfeksi  Ribuan warganya membuat sebagian masyarakat khawatir virus semakin meluas di Indonesia khususnya di Kota Bandung.

Tak heran bila beberapa waktu setelah pengumuman bahwa Indonesia dinyatakan positif virus Corona Covid-19, banyak warga berbondong-bondong membeli masker, hand sinitizer hingga menyebabkan kelangkaan. Bahkan tidak sedikit terjadi panic buying di beberapa supermarket dimana warga membeli begitu banyak kebutuhan pokok.

Tapi sebenarnya, bagaimana sih pandangan  Masyarakat Kota Bandung khususnya Warga RT 04 RW 05 Kelurahan Sukarasa Kecamatan Sukasari Kota Bandung  tentang fenomena virus Corona Covid-19 ini yang masuk ke Indonesia dan bagai mana pencegahannya? Cakrawalajabar.com berhasil meminta pendapat mereka, dan mereka sudah tahu pasti tentang masuknya virus ke Tanah Air. Sebagian dari mereka juga banyak yang mengaku takut dan Was-Was.

Baca Juga  Pilkada Serentak Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19

Takut dan was-was

“Ya takut mah takut, tinggal pasrah ajalah sama yang maha kuasa Allah SWT yang punya istilahnya, ada nggak ada tergantung kitanya yang penting jaga kesehatan kebersihan di rumah,” ujar Engkus, (64) kepada cakrawalajabar.com Kamis (15/10).,”. Lanjut Engkus,  Memang rasa Takut dan Was-Was selalu menghantui dalam  pikiran alam bawah sadar saya takut nya Virus corona menyerang keluarga saya. Keluhnya.

Baca Juga  BMKG : Sebagian Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Rasa Takut dan Was-Was akan hilang dilandasi dengan penerapan protokol kesehatan seperti Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Tidak Berkerumun (3M 1T), ungkap Engkus.

Menutupi pembicaraannya, Engkus berharap Pandemi Covid-19 ini segera berakhir, bisa beraktifitas kembali seperti biasa lagi, harapnya dengan wajah sedih.

Engkus Warga RW 05 Sukarasa sedang mencuci tangan terapkan 3M 1T

Sementara itu, Hasanudin (38) yang akrab di panggil Nur menuturkan, “rasa takut dan Was-Was tetap ada Cuma jangan berlebihan aja, tengah-tengah aja yang penting selalu jaga kebersihan dan kesehatan”ucap Nur Kamis (15/10).

Baca Juga  Warga Cipeundeuy Mengeluh Lampu PJU Mati!

Dikatakannya, pekerjaan saya sehari-hari hanya Sopir Angkutan Kota jurusan Sarijadi-Ciroyom penghasilan saya sebelum Wabah Virus Corona mencapai 200.000 hingga 300.000 per/Hari, jauh berbeda ketika Pandemi Covid-19 ini penghasilan hanya 100.000 itu pun rute perjalanan dari pagi hingga menjelang malam, keluhnya.

Mengakhiri pembicaraannya, Nur mengungkapkan, “saya tetap bersemangat di tengah Pandemi Covid-19 ini  untuk mencari nafkah demi menghidupi dua anak perempuan saya dengan kerja keras tampa pamrih”jelas Nur bersemangat.

(Septri/Bar. cakrawalajabar.com)

Komentar

News Feed