oleh

Kota Bandung Minim Rumah Sakit Tipe D

BANDUNG — Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kesiapan fasilitas kesehatan di suatu daerah menjadi hal yang krusial. Termasuk di Kota Bandung, dimana angka kasus positif masih terus bertambah hingga saat ini.

Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan memberi nilai “B-” untuk strategi dan langkah penanganan pandemi yang diterapkan Pemerintah Kota Bandung. Ia mengatakan, anggaran penanganan Covid-19 Kota Bandung termasuk yang tertinggi di Indonesia.

“Secara umum Kota Bandung termasuk kota dengan penganggaran terbesar di Indonesia untuk Covid-19. Mencapai Rp283 miliar,” ungkapnya di hotel Courtyard Mariott Dago, Senin (6/4/2020)

Meski demikian, ia mengatakan, saat ini Kota Bandung masih sangat perlu memperkuat layanan kesehatannya, salah satunya dengan menambah jumlah fasilitas kesehatan. Terutama rumah sakit tipe D, yang saat ini dinilai jumlahnya masih sangat minim di Kota Bandung.

Untuk itu, Tedy berharap baik Pemkot Bandung maupun pihak swasta dapat mengarahkan investasinya ke sektor kesehatan. Selain rumah sakit, alat-alat kesehatan penunjang pun dinilai penting untuk terus ditingkatkan kapasitasnya.

Baca Juga  Mengawali Kegiatan HPN 2021, PWI dan Kemenkumham Diskusikan Regulasi Konvergensi Media

“Sektor kesehatan masih banyak butuh, terutama untuk rumah sakit tipe D. Rumah sakit ini bisa jadi jembatan antara puskesmas dan rumah sakit,” ungkapnya.

“Hotel sudah overload, kuliner pun perlu inovasi luar biasa. Investasi masih terbuka untuk rumah sakit,” lanjutnya.

Adapun rumah sakit tipe D adalah rumah sakit transisi atau sementara yang dapat menjadi rujukan pasien setelah berobat di puskesmas. Baik pasien umum maupun BPJS dapat memeriksakan dirinya di rumah sakit tipe ini.

Baca Juga  Satgas Sektor 21 Subsektor 04 Cidurian Edukasi Warga Kelola Sampah

Beberapa contoh rumah sakit tipe D di Kota Bandung di antaranya adalah RS Sartika Asih, RS Lanud Sulaiman, RS Sariningsih, RSUD Cililin, RS Bungsu, dan lain-lain. (Andhy/ayobandung)

Komentar

News Feed