oleh

6 Bulan Tanpa Kompetisi, Hambat Perkembangan Pemain

BANDUNG — Sudah enam bulan kompetisi Liga 1 berhenti akibat pandemi. Hal ini berdampak buruk bagi perkembangan pemain yang membutuhkan pertandingan rutin.

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts mengatakan situasi tersebut menyulitkan para pemain

Sejak 10 Agustus lalu, Persib hanya melakukan latihan dengan diselingi oleh beberapa kali gim internal ataupun uji coba. Padahal sebagai pesepak bola profesional, mereka seharusnya bertanding setiap pekannya. Persib terakhir bermain menghadapi PSS Sleman 15 Maret lalu.

“Berdampak atau tidak, saya tidak terlalu mengetahui itu karena ini situasi yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya. Tentunya saya tidak mau mendramatisir ini tapi kami punya keseharian sebagai pesepak bola dan itu sangat sulit,” kata Robert, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga  BNPT Luncurkan I-Khub on CT/VE Kolaborasi Penanggulangan Terorisme Dengan Teknologi Informasi

Pelatih asal Belanda itu menuturkan, seandainya Liga 1 2020 tidak jadi digelar 1 November akan ada dampak lain pada pemain. Seperti diketahui, lanjutan liga 1 2020 1 November kembali mendapatkan ditolak. Polri enggan memberikan izin penyelenggaraan kompetisi sepak bola.

Meski begitu, Federasi tetap ngotot untuk melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19. Sebagai opsinya andai lanjutan kompetisi gagal bergulir 1 November, Liga 1 2020 akan mulai kembali 1 Desember atau 1 Januari 2021.

Baca Juga  Pengunjung Kafe dan Tempat Hiburan di Kota Bandung Bakal Rapid Tes Antigen

Di sisi lain, Robert menilai tarik-ulur nasib kompetisi ini menjadi situasi unik dalam industri sepak bola Indonesia. Selain tak ada konsistensi dari otoritas sepak bola, hal ini memberikan dampak buruk untuk mentalitas para pemain.

“Pemain banyak bekerja dengan bergerak dan bersiap, bagaimana bisa mengeluarkan kemampuan terbaik setiap saat dan ketika sudah siap untuk sesuatu tapi dibatalkan, lalu bersiap lagi dan batal lagi, itu akan sangat berat bagi siapapun untuk bangkit kembali,” katanya.

Karenanya sebagai pelatih, Robert hanya akan berusaha keras agar mental dan kondisi anak asuhnya tetap terjaga meski belum ada kejelasan jadwal kompetisi. Dia pun ingin tim asuhannya bersikap profesional karena manajemen klub sudah berusaha menjamin hak mereka tetap terpenuhi di tengah ketidakjelasan Liga 1.

Baca Juga  Swing Voter Jatuhkan Pilihan ke Cellica-Aep Usai Debat Kandidat

“Tapi kami akan mencoba sebaik mungkin untuk menjaga motivasi, karena kami juga tahu bahwa manajemen Persib juga sudah sebisa mungkin mendukung tim dan memastikan pemain bisa tetap sehat, selamat, dan termotivasi hingga kami mendapat kejelasan kapan liga akan dimulai. Kami melakukan yang terbaik meski hasilnya belum tahu seperti apa,” ujarnya.

Komentar

News Feed