Oleh: Agnes Marcellina
Kabupaten Garut – Selain terkenal dengan Dodol, Garut juga dikenal dengan sebutan Swiss Van Java. Kemiripan bentang alam pegunungan Swiss dengan Garut membuat Kota Riung Gunung ini dipublikasikan sebagai tempat wisata alam yang tak kalah indahnya dengan Swiss.
Seorang photografer kelahiran Belanda, Thilly Weissenborn yang pernah menetap di Garut adalah orang yang pertama kali menjuluki “Garut sebagai Swiss Van Java.” Pada tahun 1920 Garut terkenal di tanah air sebagai daerah kunjungan wisata dengan panorama yang sangat indah.
Sayangnya kini julukan “Swiss van Java” kini sudah tidak seperti dahulu lagi. Keharmonisan keindahan alam tidak selaras dengan lingkungan hidup manusianya. Pembalakan liar sehingga hutan menjadi gundul, alih fungsi lahan bukit-bukit dan gunung dijadikan lahan hortikultura, pembuangan sampah dan limbah ke sungai menyebabkan pencemaran lingkungan dan bencana alam yang sering terjadi di Garut.
Di wilayah Garut terdapat 36 sungai dan 112 anak sungai dengan panjang sekitar 1.400 kilometer dan sungai terpanjang adalah sungai Cimanuk, sepanjang 92 kilometer. Dengan sungai sebanyak itu sudah terjadi beberapa kali Banjir bandang, pada tahun 2015 dengan meluapnya sungai Cimanuk dan beberapa sungai lainnya telah memakan banyak korban jiwa dan material yang tidak sedikit.
Pada Senin, 12 Oktober 2020 meluapnya sungai Cikaso, Cibera dan Cipalebuh menyebabkan Banjir bandang di 10 desa dari 3 kecamatan di Garut Selatan mengakibatkan ribuan orang harus mengungsi, ratusan rumah dan fasilitas umum terdampak. Tentu kejadian ini menimbulkan kesedihan, duka ditengah situasi ekonomi yang kurang baik akibat pandemic Covid-19 menambah beban yang harus ditanggung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.
Namun demikian Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah pimpinan Menteri Edhy Prabowo langsung tanggap dalam memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Pada hari ini, Jumat 16 Oktober 2020 diwakili oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto memberikan bantuan ke Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong, 200 paket Sembako, 2 ton ikan beku, benih ikan dan pakan.
Bantuan dan perhatian dari KKP tentu merupakan bentuk perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Garut, apalagi bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Slamet Soebjakto yang harus menempuh perjalanan puluhan jam dari Jakarta ke Pameungpeuk dan dilakukan pada tengah malam, “sungguh luar biasa!.
Terima kasih Bapak Menteri Edhy Prabowo, Bapak Dirjen, Slamet Soebjakto beserta rombongan atas perhatian yang sangat besar ini dan saya sebagai orang Garut mewakili warga Garut mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya semoga para pembudidaya yang terdampak bisa bangkit kembali dan semoga kita semua selalu sehat walafiat. Aamiin
Jakarta, 16 Oktober 2020
Alam,tarungnews.com – Biro Garut











Komentar