oleh

Harga Udang Vaname di Cirebon Anjlok

CIREBON — Petambak di Cirebon mengeluhkan penurunan harga udang jenis vaname akibat maraknya demo penolakan UU Cipta Kerja di Jakarta.

Salah satu petambak udang vaname di Cirebon, Toangga mengungkapkan, harga udang vaname yang dipanennya turun Rp5.000/kg.

“Gara-gara ada aksi (unjuk rasa UU Cipta Kerja) di sejumlah daerah, terutama Jakarta, harga udang vaname turun Rp5.000,” ungkap petambak udang binaan perusahaan pembangkit listrik Cirebon Power ini.

Penurunan harga itu dinilai mengecewakan sebab tak linier dengan keberhasilan hasil panennya kali ini. Sedianya, harga udang vaname berukuran 100 (100 ekor udang dalam 1 kg) mencapai Rp60.000/kg.

Baca Juga  Pengabdian Batalyon D Pelopor Satbrimob PMJ di tengah Bencana dan Pandemi Covid-19

Harga itu terhitung cukup bagus bagi petambak udang vaname seperti dirinya. Namun, unjuk rasa menyebabkan dirinya hanya bisa mengantongi penghasilan Rp55.000/kg.

“Katanya karena banyak bandar besar susah ngirim barang (udang),” ujarnya membeberkan informasi yang dia terima ihwal sebab penurunan harga.

Informasi itu diperolehnya dari pengakuan salah satu bandar yang menyebut adanya kendala yang dialami sejumlah truk pengangkut udang saat pengiriman. Dalam perjalanannya, truk-truk itu tertahan cukup lama akibat aksi.

Baca Juga  Gerakan Pramuka Dapat Menjadi Solusi Dalam Hal Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan Dan Bela Negara......!

Hambatan itu, imbuhnya, telah menyebabkan kualitas udang menurun. Harganya pun jadi terimbas.

Kendati demikian, dia tetap melanjutkan panen saat udang sudah berukuran 100, mengingat jumlah itu sudah melebihi kapasitas tambak.

Budidaya udang vaname selama ini menggunakan tambak seluas 50×12 meter. Toangga sebelumnya menebar sebanyak 120.000 benih udang vaname.

“Dulu sih saya kira udangnya bakal mati karena cuaca. Tapi ternyata udang mati karena tempatnya (kapasitas tambak) sudah terlalu padat,” cetusnya.

Baca Juga  Jajaran Polresta Bandung Cek Bencana Tanah Longsor di Desa Sukajadi

Minimnya angka kematian udang selama pertumbuhannya membuat udang pada tambak menumpuk. Lambat laun, udang justru banyak yang mati.

Pengetahuan itu diperolehnya setelah Toangga menjadi salah satu petambak binaan Cirebon Power. Dengan dukungan perusahaan itu, dia kini menyusun strategi saat panen demi menekan kerugian.

“Panennya lebih awal, tapi disisakan untuk panen raya bulan depan,” jelasnya.

Dengan serangkaian usaha yang dilaluinya, dia pun berharap harga udang kembali stabil. Dengan begitu, mereka bisa meraup hasil optimal.

Komentar

News Feed