oleh

Warga Perum Buana Subang Tuntut Pemkab Perbaiki Akses Jalan ke Perumahan Mereka

SUBANG – Warga Perumahan Buana Subang Kencana (BSK) Subang bergotong royong memperbaiki akses jalan menuju perumahan mereka, Minggu (17/1/2021). Aksi perbaikan jalan secara swadaya ini dilakukan masyarakat melihat jalan Pemkab Subang ini mengalami kerusakan parah yang cukup lama.

Hasan (38), Ketua RW 16, Perum BSK, Kelurahan Soklat, Subang mengaku jalan sepanjang 150 meter tersebut merupakan akses utama menuju Perumahan BSK. Namun sudah lebih dari 5 tahun ini mengalami kerusakan yang cukup parah dan belum pernah diperbaiki. Padahal akses jalan tersebut merupakan jalan Pemkab Subang.

“Akses jalan sepanjang 150 meter ini merupakan jalan utama, tapi kondisinya sudah lebih dari lima tahun rusak parah dan belum pernah diperbaiki, padahal ini merupakan jalan Pemkab,” ujar Hasan.

Hasan menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali memberikan permohonan perbaikan jalan ke Kelurahan Soklat maupun Kelurahan Karanganyar melihat jalan berada di dua perbatasn kelurahan tersebut. Namun mereka tidak pernah kunjung diperbaiki dengan alasan bukan jalan Desa/Kelurahan.

“Terakhir diperbaiki malah oleh developer saat membangun perumahan, sejak dari itu belum pernah diperbaiki. Padahal sudah beberapa kali meminta perbaikan ke Kelurahan Soklat dan Karanganyar namun tidak kunjung diperbaiki,” imbuhnya.

Baca Juga  Warga Yang Telah Divaksin Diminta Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Melihat kondisi jalan yang rusak parah dan sering mengakibatkan kecelakaan, Hasan berinisiatif mengajak seluruh warganya untuk bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya swadaya dari warga BSK.

“Selain biaya dari warga, kebetulan Kades Jalancagak merupakan warga BSK dan ikut berpartisipasi memberikan bantuan bahkan ikut bergotong royong juga. Alhamdulillah akhirnya kita setidaknya dapat menambal jalan berlubang,” pungkas Hasan.

Namun meskipun jalan sudah diperbaiki secara swadaya oleh warga, Hasan masih berharap agar Pemerintah Kabupaten Subang peduli terhadap warganya dengan memperbaiki jalan yang hanya memiliki Panjang 150 meter dan lebar 5 meter. Melihat perbaikan yang dilakukan oleh warga baru dulakukan secara manual dan tidak akan bertahan lama.

Baca Juga  Sekda Ancam Tutup Jalan Dipatiukur Jika Warga Tak Disiplin

“Saya berharap minimal jalan di hotmix oleh Pemkab, karena perbaikan oleh warga ini hanya sebatas sementara dan tidak akan bertahan lama melihat hanya dilakukan secara manual dengan alat dan bahan seadanya,” tutup Hasan.

Komentar

News Feed