oleh

Jadi Zona Merah Satu-satunya di Jabar, Ini Respon Warga Kota Cirebon

Kota Cirebon menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang terkategori zona merah atau berisiko tinggi dalam penyebaran Covid-19 pekan ini.
Sampai Rabu (17/2/2021), otoritas setempat merilis 3.331 warga Kota Cirebon terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah itu, 132 orang meninggal dunia, 322 masih menjalani karantina, dan 2.877 orang pulih.
Dari seluruh pasien Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat, kluster rumah tangga mendominasi sebaran kasus Covid-19 di Kota Cirebon sejumlah 2.444 orang atau 73,37%. Diikuti kluster perjalanan 328 orang atau 9,85% dan kluster perkantoran dengan 258 orang atau 7,75%.
Pasien berusia produktif diketahui menjadi yang terbanyak menderita penyakit menular akibat serangan virus SARS-CoV-2 ini. Pasien berusia 20-29 tahun menjadi kelompok umur terbanyak sejumlah 1.803 orang atau 19,74%.
Mengekor di belakangnya, pasien berusia 30-39 tahun sebanyak 1.703 orang atau 18,64%. Kemudian pasien berumur 40-49 tahun dengan 1.668 orang atau 16,26%.
Pasien berusia 70-79 tahun hingga lebih dari 80 tahun justru tercatat paling sedikit. Sebanyak 196 orang atau 2,15% merupakan pasien berumur 70-79 tahun dan 26 orang atau 0,28% berusia di atas 80 tahun.
Dari 5 kecamatan se-Kota Cirebon, Kecamatan Harjamukti menjadi kecamatan terbanyak penderita Covid-19 sejumlah 1.189 orang. Posisi berikutnya berturut-turut Kecamatan Kesambi dengan 1.095 orang, Kecamatan Kejaksan 506 orang, Kecamatan Lemahwungkuk 311 orang, dan Kecamatan Pekalipan 230 orang.
Sejumlah warga pun mengungkapkan kekhawatirannya sebab dinilai dapat berimbas pada aktivitas ekonomi. Di sisi lain, penetapan status ini pula mengindikasikan ketidakdisiplinan atas protokol kesehatan (prokes) masih berlangsung.
“Sampai sekarang masih ada saja orang yang enggak pakai masker, di jalan-jalan, di pasar, mungkin karena itu Kota Cirebon jadi zona merah,” kemuka seorang warga Kota Cirebon, Gunawan, Rabu (17/2/2021).
Gunawan pun menilai sanksi dari pemerintah terhadap pelanggar masih kurang tegas. Dia menyebut, tak jarang mendapati tempat-tempat usaha yang masih buka saat seharusnya tutup di waktu malam.
Tak sedikit pula dia jumpai kerumunan di tempat-tempat umum, terutama pada Sabtu malam. Dia memandang, sedianya pelanggar-pelanggar prokes dijatuhi sanksi.
Gunawan yang memiliki toko kelontong ini mengaku cemas bila status zona merah berlanjut. Kekhawatirannya terutama pada kelangsungan perekonomian.
“Bukan hanya kesehatan yang terancam, kalau begini terus, perekonomian juga kena dampak besar. Jangan sampai pemerintah nanti menetapkan PSBB lagi, nanti malah kegiatan ekonomi enggak jalan,” keluhnya.
Dia lantas mengajak warga Kota Cirebon lainnya tak kendor menerapkan prokes pencegahan Covid-19 agar tak menjadi area yang berbahaya di tengah pandemi.
Pun begitu dengan warga dari luar Kota Cirebon yang diingatkan untuk pula menerapkannya, mulai mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, maupun membatasi mobilitas.
Warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Yeni mengaku tak heran bila Kota Cirebon masuk zona merah, mengingat beberapa kali kota ini pernah masuk zona sama. Hanya, kali ini dia mengaku miris sebab menjadi daerah satu-satunya di Jabar.
Senada Gunawan, dia pun menilai hal itu tak lepas dipicu sikap warga yang masih abai terhadap prokes sebab menganggap Covid-19 tak lagi terdengar mengerikan sebagaimana awal kemunculannya dulu.
“Mungkin karena dianggap enteng, enggak seperti dulu pas awal-awal semua orang takut sampai borong masker, vitamin, hand sanitizer. Sekarang mah mereka sudah terbiasa atau malah dianggap enggak sebahaya dulu,” paparnya.
Anggapan itu dinilainya melengahkan sehingga prokes pun diabaikan. Belum lagi, imbuhnya, dia mengaku masih menemukan sebagian warga bersikap pesimistis terhadap pandemi.
“Ada saja yang masih enggak yakin, tapi ya terserah saja sih. Cuma, tolonglah, prokesnya diterapkan saja karena kalau sampai dia kena (Covid-19) lalu menularkan ke orang lain, kan kita-kita juga yang rugi,” pintanya.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkot Cirebon ihwal status zona merah.(erika lia)

Komentar

News Feed