oleh

Buruh Minta Upah Minimum 2021 Tetap Naik

BEKASI – Buruh se-Indonesia meminta agar upah minimum tahun 2021 tetap naik. Mereka menolak permintaan kalangan pengusaha yang meminta agar tidak ada kenaikan upah minimum tahun depan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa kenaikan upah yang ideal adalah sebesar 8%. Hal ini didasarkan pada kenaikan upah rata-rata selama 3 tahun terakhir.

“Jika upah minimum tidak naik, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja,” kata Said dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga  Pandemi Covid-19, Guncang PAD Pemkot Bandung

Menurut dia, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998 hingga 2000.

“Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16%, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49%. Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8%, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29%,” ujarnya.

Baca Juga  Libur Panjang, Warga Karawang Diimbau Tetap Dirumah

Lebih lanjut Said mengungkapkan, apabila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Daya beli turun akan berakibat jatuhnya tingkat konsumsi juga akan jatuh. Ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian.

Pihaknya juga mengingatkan, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dia meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

Baca Juga  Pemkab Karawang Jabar Diminta Perhatikan PJU Jalan Poros

“Dengan kata lain, bagi perusahaan yang masih mampu harus menaikkan upah minimum. Lalu untuk perusahaan yang memang tidak mampu, undang-undang sudah menyediakan jalan keluar dengan melakukan penangguhan upah minimum,” katanya.

Komentar

News Feed