oleh

FKP DAS Kabupaten Bandung Silaturahmi Perempuan Aktivis Lingkungan

Kab.Bandung – Pengelolaan kelestarian lingkungan hidup tak lepas dari para aktivis peduli lingkungan yang gencar menyuarakan akan perlunya keseimbangan alam. Tanpa pantauan dan pendampingan serta pengawasan para relawan lingkungan ini, kemungkinan kerusakan alam semakin bertambah parah.

Salah satu komponen yang merupakan wadah guna pelestarian alam berbasis Daerah Aliran Sungai, Forum Koordinasi Pengeloaan (FKP) DAS Jabar Korwil Kabupaten Bandung melakukan konsolidasi dengan para relawan perempuan di Kabupaten Bandung, Rabu (17/2/2021).

Menurut Ketua FKP DAS Jabar Korwil Kabupaten Bandung, Agus Suherman, pihkanya telah melaksanakan kegiatan acara Riungan Silaturahmi Aktivis Lingkungan Perempuan, yang telah dilaksanakan di Kp. Nengkelan Desa Sindangsari Kecamatan Paseh (Saung Kadus Ojat/Bu Oneng ) pada Rabu kemarin.

Baca Juga  bjb Rangkul Pengembang Properti untuk Kerja Sama Pendanaan Perumahan

Menurut Agus, maksud dan tujuan dari acara riungan tersebut adalah sosialisasi pengurus FKPDAS Kab.Bandung dengan tujuan akan membentuk dan menyusun aktivis-aktivis perempuan yang peduli terhadap lingkungan. “Alhamdulillah acara tersebut dapat dihadiri oleh aktivis perempuan dari berbagai komunitas,” ungkapnya.

Lanjut Agus, dari hasil silaturahmi ternyata para aktivis perempuan sementara waktu saat ini didominasi dari wilayah Sub.DAS Cirasea dan Sub.DAS Citarik. Selanjutnya interaktif aktivis perempuan dengan pengurus FKPDAS dihadiri pula oleh utusan dari aparatur Desa Sindangsari atas dasar perintah Kepala Desa. Kemudian Kadus 1 Desa Sindangsari Ojat menginginkan adanya peranan fungsi FKPDAS di tingkat desa sebagai perwakilan.

Baca Juga  PPKM Diperpanjang, Masyarakat Diminta Lebih Ketat Terapkan Protokol Kesehatan

“Dengan hasil riungan silaturahmi peran Aktivis Perempuan di Kabupaten Bandung sementara waktu FKPDAS menerima aspirasi keinginan dan kemauan untuk dapat bergabung dan riungan selanjutnya akan dilaksanakan setiap satu bulan satu kali. Atas dasar bergabungnya komunitas peranan wanita di Kabupaten Bandung, maka FKPDAS membentuk Srikandi Penggerak Aktivis Lingkungan Perempuan,” jelas Agus.

Baca Juga  Mikrochip Gratis dan Kuota Murah Dukung PJJ di Jabar

Sementara itu, Iceu selaku aktivis perempuan juga sebagai pengurus RW dari Sub DAS Citarik memberikan komentar bagaimana cara yang lebih efisien menangani limbah domestik yaitu sampah rumah tangga. “Karena di Kabupaten Bandung penanganan sampah yang ada di rumah tangga masing-masing itu menjadi kendala, karena tidak adanya TPS di tingkat RW. Oleh karena itu dengan bergabungnya inisiatif peranan wanita dengan FKPDAS sangat baik mudah mudahan bisa sinergi,” tuturnya. (asep y/BentarNews.com)

Komentar

News Feed