Selama 2 tahun lebih warga Perumahan Grand Cikarang City harus menerima pelayanan air yang kotor, bau dan bercampur limbah industri.
BEKASI – Warga Perumahan Grand Cikarang City, Desa Karang Raharja Cikarang Utara Kabupaten Bekasi protes. Mereka merasa dibohongi dan dirugikan pengembang terkait kualitas air olahan Water Treatment Plant (WTP) yang buruk, bau dan bercampur limbah industri. Selain persoalan air, warga memprotes pengelolaan sampah yang tidak teratur sehingga menimbulkan penumpukan sampah di area pemukiman warga.
Dalam pantauan media, warga berasal dari 15 Rukun Warga dan 54 Rukun Tetangga lalu bermufakat dan membentuk tim kerja penyelesaian masalah air dan sampah di Perumahan GCC.
“Sudah dua tahun lebih kualitas air yang disediakan pengembang Perum GCC kondisinya kotor, bau dan menyebabkan penyakit gatal-gatal di kulit, perih di mata dan benar – benar tidak layak konsumsi” ucap Ketua Forum Komunikasi Warga Perumahan GCC, Illyas Isa Agi kepada SMSI, Senin (19/07/2021).
Ketua Forum Komunikasi Warga Perumahan Grand Cikarang City, Ilyas Isa (kiri).
Menurutnya, warga sudah berulang kali mendatangi pihak manajemen Perumahan GCC dan bahkan berbondong- bondong datang ke kantor pengelola meminta kejelasan air bersih yang dijanjikan.
“Sabtu (17/07/2021) kemarin sesuai hasil mufakat, pengurus lingkungan, RT dan RW GCC akan mengajukan beberapa tuntutan dan kejelasan status take over WTP Perum GCC dengan PDAM Tirta Bhagasasi,” ucap Ilyas. Termasuk mempertanyakan batas waktu penyelesaian perbaikan kualitas air oleh para piihak terkait.
Sesuai rapat itu juga, pengurus lingkungan dan warga Perum GCC menuntut target kompensasi diskon pembayaran tagihan air sebesar 75% bilamana kualitas air yang dialirkan ke warga masih memburuk.
“Kebutuhan warga terhadap air bersih sangat mendesak. Sehingga warga akhirnya membentuk Forum Komunikasi untuk mempercepat penyelesaian masalah air dan sampah di Perum GCC antara pihak pengelola Perumahan GCC, PDAM Tirta Bhagasasi, Pemerintah Desa Karangraharja, dan Instansi terkait lainnya”.
“Secepatnya harus diselesaikan karena kebutuhan air ini sangat penting bagi warga,” jelas Illyas.
Hal lain yang paling tidak mengenakkan pada saat dilakukan cleaning. Pihak WTP GCC tidak membuat saluran pembuangan air dan saluran kontrol pembuangan. Akibatnya jika danau penampungan air dalam kondisi penuh maka airnya meluber ke pemukiman warga.
Sumber air baku WTP Perum Grand Cikarang City. (Dok Foto : Ilyas)
“Saluran kontrol ini seharusnya lebih diperhatikan karena penting untuk menghindari Banjir ke pemukiman warga, terutama yang ada di wilayah RW 15 & 16 (RT. 033, 034, 035),” timpal Joko, salah seorang Ketua RT Perum GCC.
Lalu persoalan pengambilan sampah yang tidak sesuai jadwal menimbulkan sampah menumpuk di lingkungan perumahan dan menimbulkan belatung di tong sampah.
“Kita khawatir sampah yang menumpuk menjadi sumber penyakit,” ucapnya. Terlebih di masa pandemi Covid-19, warga membutuhkan pola hidup sehat dan imun yang kuat.
Dalam pengamatannya, warga di luar Perum GCC selama ini bisa menikmati air bersih tanpa hambatan. “Tapi mengapa warga Perum GCC belum bisa menikmati,” keluhnya.
Menanggapi keluhan warga Perum GCC terkait penyediaan air bersih, pengusaha Perum GCC, H. Amin mengatakan hal tersebut sudah diserahkan pengelolaannya kepada PDAM.
“Silahkan minta penjelasannya secara detail ke pak Asmat Amin selaku Direktur Pengelola SPS Group (PT Sri Pertiwi Sejati),” saran H. Amin.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan dapat mengakuisisi sedikitnya 30 ribu pelanggan air yang dikelola swasta untuk memudahkan pelayanan termasuk memasok air bersih kepada masyarakat dengan tarif lebih terjangkau.
Kunjungan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno merespon keluhan warga Perum Grand Cikarang City. “Hingga saat ini belum menghasilkan perbaikan kualitas air bagi warga”.
“Kami targetkan tahun 2021 ini, sebanyak 30 ribu pelanggan air minum yang dikelola oleh swasta kami ambil alih pengelolaanya. Jadi nanti pelanggan swasta itu menjadi pelanggan PDAM dengan tarif sesuai PDAM,” kata Direktur Usaha Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi Maman Sudarman.
Dijelaskan Maman, pengambilalihan pelanggan tersebut di antaranya Jababeka sebanyak 12.500 pelanggan, kemudian Grand Wisata 5.000 pelanggan, Perumahan Grand Cikarang City 7.500 pelanggan, dan Perumahan Graha Cikarang 900 pelanggan. (MITRANEWS.NET/DON)
JABAR.SIBERINDO.CO – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya penerapan sistem transaksi non-tunai (cashless) dan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai
JABAR.SIBERINDO.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas selama masa
JABAR.SIBERINDO.CO – Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyiapkan Taman Sehati Cikarang Timur sebagai ruang publik terpadu bagi warga pada (26/7/2026). Baca
JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan PERADI Profesional resmi membuka pendaftaran Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Profesional Angkatan I Tahun