oleh

Pemerintah Kaji Ulang Biaya Swab Test yang Mahal

JAKARTA–Pemerintah segera mengatur harga tes swab mandiri agar masyarakat tidak terbebani dengan harga terlalu tinggi. Untuk tes swab saja, kini masyarakat harus rogoh kocek hingga Rp2 juta.

Sementara, pasien yang melakukan tes swab di fasilitas kesehatan rujukan pemerintah tak dikenakan biaya.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, untuk masyarakat yang melakukan tes secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta, juga akan segera dilakukan pengaturan terhadap harga.

“Ini agar tidak terlalu tinggi sehingga menyebabkan keberatan dari anggota masyarakat untuk melakukan tes swab tersebut,” kata Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (19/8/2020).

Baca Juga  Kasus Covid-19 Kota Bandung Bertambah 119 Kasus

Selain itu, tes swab juga gratis apabila terkait dengan pelacakan kontak penularan virus corona. Pemerintah akan menanggung biaya tes swab tersebut.

“Jadi tes swab pada prinsipnya apabila untuk pasien dan dilakukan di fasilitas kesehatan rujukan pemerintah maka tes swab tersebut adalah gratis, demikian juga dalam konteks contact tracing apabila dilakukan testing terhadap swab-nya adalah menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga  5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Demi Cegah Jerawat

Ia memastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama akan mengatur batasan harga swab test di fasilitas kesehatan milik swasta agar tidak terlampau tinggi.

“Untuk masyarakat yang tes mandiri di fasilitas swasta, kami akan segera melakukan pengaturan harga agar tidak terlalu tinggi sehingga membebankan,” ujar Wiku.

Wiku menegaskan bahwa pada prinsipnya pasien yang melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan rujukan pemerintah tidak akan dibebani sepeserpun biaya, baik itu rapid test maupun swab test.

“Demikian juga contact tracing. Ini menjadi tanggungan pemerintah,” katanya.

Baca Juga  Dalih Emak-Emak 'Bobol' Pasar di Bandung Tanpa Pindai Kode QR

Wiku juga menjawab pertanyaan mengenai wacana penghapusan rapid test bagi pelaku perjalanan. Menurutnya, pemerintah saat ini sedang melakukan kajian mengenai hal tersebut dan hasilnya segera disampaikan ke publik.

“Kami perlu sampaikan Satgas Covid-19 sedang melakukan kajian terhadap opsi-opsi yang terbaik untuk pelaku perjalanan dalam rangka untuk menghindari penularan dari satu daerah ke darah lainnya dan tentu apabila sudah terjadi dan selesai kajiannya akan kita sampaikan kepada masyarakat luas,” imbuhnya.(Aini Tartinia/Ayobandung.com)

Komentar

News Feed