BANDUNG – Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung sudah menyelesaikan distribusi bantuan sosial terdampak Covid-19. “Bantuan sosial terdampak Covid sudah selesai disalurkan tapi masih ada penerima bansos belum mengambil dana yang sudah ada di bank,” ujar Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung, Tono Rusdiantono, di Balai Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).
Menurut Tono, Dinsosnangkis Kota Bandung menjadi ujung tombak dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 terhadap kesejahteraan masyarakat. “Akibat pandemi, setidaknya 238 ribu orang dinyatakan miskin baru karena terdampak pandemi secara ekonomi,” ujar Tono.
Jumlah tersebut adalah data penerima bantuan sosial di luar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dari pemerintah pusat. Tono mengatakan, pembagian bantuan bukan perkara mudah, tugas Dinsosnangkis harus bisa memastikan mereka mendapatkan bantuan yang tepat, layaknya dokter yang mendiagnosis penyakit dan memberikan resep obat yang tepat.
Tono mengatakan, sejak awal pandemi, pendataan warga terdampak mulai dilakukan. Data berasal dari lingkup masyarakat terendah: tukun tetangga (RT). Namun tak semua RT memberikan data sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Terkadang, ada pula warga mampu mengaku miskin. Data RT kemudian dihimpun di kelurahan, lalu sampai di meja Dinsosnangkis. Tentu, Dinsosnangkis tak akan mengelola data mentah. Nama-nama tersebut lantas disisir, diverifikasi, ditinjau ke lapangan.
Mereka yang tidak layak menerima bantuan terpaksa dicoret dari daftar. Bukan tak ingin pemerintah memberi, namun masih banyak yang perlu diprioritaskan. “Kami berjibaku dengan data. Mana yang layak, mana yang tidak. Ada juga data yang tidak lengkap alamatnya,” ujar Tono.
Tono mengakui masih ada penerima bantuan dalam satu kepala keluarga, suami-istri dan anak menerima bantuan sehingga harus ada yang dicoret, karena jika dobel penerima akan jadi temuan. “Saya minta kerja samanya, jika ada pemeriksaan keluarga yang mendapat lebih dari satu bantuan agar jujur karena jika tak jujur kami harus mengganti,” ujarnya.
Tono merasa bersyukur karena sudah diperiksa oleh BPKP, BPK, Inspektorat dan lembaga lainnya. “Alhamdulillah tidak ada temuan yang berarti. Kami berterima kasih ke masyarakat sehingga semua proses ini berjalan dengan lancar,” ucap Tono.
Tono mengatakan ada 124 KK dibatalkan karena sudah mendapat bantuan lainnya. Menurut dia, warga Kota Bandung yang terdampak Covid, miskin baru, mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 59.779 KK dan sari dan bantuan Provinsi r 143.202 KK sedangkan warga miskin lama 57.449 KK . (HerryS/ AsepY/ BentarNews.com)











Komentar