BANDUNG – Sejak wabah Covid-19 merebak di Indonesia pada bulan maret lalu, perekonomian para pengusaha dibidang makanan menurun drastis. Apalagi saat pemerintah menginformasikan adanya peraturan untuk membatasi suatu kegiatan yang menimbulkan perkumpulan. Tentunya, peraturan itu diberlakukan adalah untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang terus meningkat.
Banyak kegiatan-kegiatan yang dibatasi agar tidak terjadi perkumpulan seperti belajar, bekerja dan beribadah pun harus dilakukan di rumah. Tidak hanya itu, dibidang perdagangan pun banyak yang terpaksa harus ditutup bahkan karyawan pun tidak lagi bisa bekerja. Ketika semua kegiatan diluar rumah dibatasi (social distancing), tingkat perekonomian menurun, maka banyak masyarakat yang lebih memilih menyediakan stok makanan di rumah. Maka hal ini akan sangat berimbas terhadap bisnis kuliner.
Salah satunya, Wati pemilik usaha Industri Rumahan Cemilan Makanan Ringan “Cemilan Makroni,” sedikit mengeluhkan tentang usahanya yang makin hari makin menurun dikarenakan beberapa toko dan warung diberhentikan/tutup (physical distancing) sampai wabah ini berakhir. Akhirnya beberapa pesanan Makanan ringan pun dibatalkan,keluh Wati ketika berjumpa di rumahnya Jl. Cibuntu Timur No 70A, Bandung Selasa 20/10/2020.

“saya harus menggaji karyawan, Saya harus membayar pengeluara-pengeluaran lainnya, tetapi pemasukan sampai tanggal segini pun tidak seperti biasanya. Wati mengungkapkan, omset cemilan makroni buatan kami dalam 1 hari mencapai 4.000 hingga 5.000 bungkus dibantu 4 orang karyawan, namun Ditengah Pandemi Covid-19 ini jauh berbeda omzet hanya terjual 2.000 bungkus dengan bantuan 2 orang Karyawan, 2 orang lagi kami rumahkan sementara. “Semoga wabah ini cepat berlalu. ” ucap Wati pemilik bisnis kuliner Cemilan Makroni Khas Bandung tersebut dengan lesuh menguatkan diri.
Dari keluhan tersebut, Risda (23) salah satu karyawannya memiliki ide cemerlang mulai bermunculan. Bagaimana caranya agar tetap bisa mematuhi aturan pemerintah dalam masa pandemi ini namun bisnis kuliner pun tetap jalan.
Saya bantu keluhan Ibu Wati tersebut dengan membuat poster digital untuk mempromosikan usaha Ibu melalui media sosial, agar masyarakat tahu bahwa bisnis tersebut bisa melayani mereka dengan selogan #dirumahaja, kami yang melayani kebutuhan kalian, ucap Risda Selasa 20/10/2020.
Melalui usaha yang kuat dalam mempromosikan usaha ini melalui ide baru yaitu mempromosikannya di media sosial dan selalu diiringi doa meminta pertolongannya. “Mudah – mudahan Pandemi Wabah Corona ini cepat selesai, omzet cemilan makroni Bu Wati pun bisa meningkat dan 2 orang karyawan teman kami bisa bekerja kembali, beber Risda dengan semangat”.
(Septri/Bar, cakrawalajabar.com)











Komentar