oleh

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin Covid-19 dalam Waktu Dekat

JAKARTA–Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, untuk pertama kalinya kembali melaksanakan kunjungan kerja di tengah pandemi yang belum usai. Dia bersama dengan Menteri BUMN, Erick Thohir, mengunjungi Kota Sanya Tiongkok.

Dalam kunjungan bilateral itu, salah satu yang dibahas dan disepakati adalah mengenai tindak lanjut dari kerjasama penyediaan vaksin Covid-19. Retno dan Erick bertemu dengan State Councillor dan Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi.

Selain bertemu dengan Wang Yi, kedua pembantu Jokowi itu juga bertemu dengan perwakilan dari tiga industri farmasi yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Retno membeberkan bahwa dia dan Erick menyaksikan penandatanganan perjanjian antara Bio Farma dan Sinovac untuk memperkuat kerjasama vaksin.

Baca Juga  Ruang Isolasi Covid -19 di KBB Terisi 90%

“Ada 2 dokumen yang ditandatangani antara Sinovac dan BioFarma,” kata Retno dalam telekonferensinya, Kamis (20/08/2020) malam hari.

Dua dokumen tersebut, kata Retno, adalah mengenai perjanjian awal pembelian dan penyediaan produk dalam skala besar dari vaksin Covid-19 (Preliminary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Product of Covid 19 Vaccine).

Perjanjian awal itu guna menyepakati komitmen ketersediaan vaksin dalam skala besar. Retno menyebut ketersediaan vaksin nantinya hingga 40 juga dosis vaksin untuk Indonesia. Jumlah tersebut mulai November 2020 hingga Maret 2021.

Baca Juga  Kasus Covid-19 di Cirebon Bertambah

Lalu dokumen kedua yaitu berupa penandatanganan Sinovac dan Bio Farma untuk komitmen kapasitas bulk vaccine 2021. “Dimana Sinovac akan memberikan prioritas kepada Bio Farma untuk supply bulk vaccine setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021,” jelas Retno.

“Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac,” tambahnya.

Baca Juga  Positif Covid-19 di Cimahi Bertambah

Di saat yang bersamaan, Indonesia juga melakukan pembicaraan kerjasama vaksin dengan dua industri farmasi lain di RRT, yaitu Sinopharm dan CanSino. Retno menegaskan Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan pihak lain di luar RRT. (Icheiko Ramadanty/Ayobandung.com)

Komentar

News Feed