BANDUNG – Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor. Termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya industri tahu. Dampak yang dirasakan pun signifikan. Omzet turun lebih dari 50 persen.
Usaha tahu milik Hj. Mintarsih , misalnya. Usaha yang dirintis pada 1970 itu babak belur akibat pandemi Covid-19. Jika sebelum pandemi dia mampu mengolah lebih dari 250 kg kedelai sehari, saat ini hanya 130 kg per hari. Bahkan, saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehari tidak lebih dari 75 kg kedelai.
Hal itu berpengaruh besar pada pendapatan. Terlebih, harga kedelai sebagai bahan baku tahu kerap naik. Meski hanya Rp 300–Rp 500 per kilo. ’’Gimana lagi, yang penting masih bisa produksi,’’ katanya Rabu siang (21/10).
Perempuan 51 tahun itu merupakan generasi ketiga penerus usaha tahu. Menurut Hj. Mintarsih, situasi seperti ini baru kali pertama terjadi. Ada beberapa faktor yang membuat penjualan tahu menurun. ’’Salah satunya karena pasar sepi. Banyak pedagang yang mengurangi jumlah dagangan tahunya,’’ paparnya.
Selain itu, beberapa penjual keliling tak lagi berjualan. Pasalnya, banyak kampung yang ditutup. Mereka tidak bisa masuk seperti sebelum pandemi.
Sejumlah pedagang pasar juga mengeluh lantaran pengunjung tidak sebanyak dulu. Apalagi, banyak razia protokol kesehatan di pasar. Semua orang menghindari hal itu.
Imbasnya, banyak warga yang enggan ke pasar. Kondisi tersebut membuat penjualan tahu menurun. Hj. Mintarsih menuturkan, seluruh karyawan sudah turun-temurun. Hubungan kekeluargaan juga sangat erat. Jadi, ada beberapa orang yang memilih istirahat sementara. ’’Mereka milih pulang kampung karena melihat produksi yang turun,’’ terangnya.
Hj. Mintarsih pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Pemerintah juga diharapkan bisa mengambil langkah yang cepat. Khususnya terkait pemulihan ekonomi.
Dia menambahkan, perubahan new normal di tempat usahanya sudah dilakukan. Dinas terkait, termasuk puskesmas, telah meninjau lokasi. Mereka memberikan arahan tentang protokol kesehatan. ’’Terkait itu, kami sudah siap. Hanya saja, kapan situasi ini bisa pulih lagi,’’ ucapnya.
(Septri/Bar, cakrawalajabar.com)











Komentar