oleh

Kembali Dibatalkan 22 Perjalanan Kereta di Daop Cirebon

-Tak Berkategori

Cirebon- Sebanyak 22 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah KAI Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, mengarah ke Jakarta maupun sebaliknya kembali dibatalkan imbas kerusakan bantalan rel di wilayah Daop 1 Jakarta.

“Ada 22 perjalanan kereta di wilayah Daop 3 Cirebon yang hari ini kembali dibatalkan,” kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Suprapto di Cirebon, Senin.

Menurutnya, pembatalan perjalanan kereta karena adanya jalur di antara Stasiun Kedunggedeh dan Lemah Abang, Bekasi, yang masuk wilayah Daop 1 Jakarta, rusak akibat banjir.

Baca Juga  Semakin Banyak Pelaku UMKM Jabar Manfaatkan Pasar Digital: Yuks, Wargi Jabar, Kita Berbelanja Online

Dia menuturkan kerusakan jalur itu karena arus Banjir yang terjadi pada Minggu (21/2) cukup deras dan mengakibatkan fondasi batu balas pada rel terkikis.

Saat ini, lanjut Suprapto, KAI masih terus melakukan perbaikan secara berkala, salah satunya dengan menurunkan bantalan beton dan batu kricak pada rel yang rusak.

“Dengan kondisi jalur rel yang mengalami kerusakan tersebut, mengakibatkan tidak operasionalnya perjalanan KA di wilayah Daop 3 Cirebon yang menuju maupun dari arah Jakarta pada Senin (22/2) hari ini,” tuturnya.

Baca Juga  Politisi PAN Bahas Kaitan Empat Pilar Kebangsaan Indonesia dan Spiritualisme Nusantara

Suprapto menambahkan 22 perjalanan kereta yang dibatalkan yaitu KA Argo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir, KA Argo Lawu relasi Solo-Gambir, dan KA Argo Dwipangga relasi Gambir-Solo.

Selanjutnya KA Dharmawangsa relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Tur, KA Bengawan relasi Pasar senen-Purwosari, dan KA Tegal Ekspres relasi Tegal-Pasar Senen.

Kemudian KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir/pp, KA Gajayana relasi Malang-Gambir, KA Bima relasi Surabaya Gubeng-Gambir, KA Jayabaya  relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen dan KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen.(*/cr8)

Baca Juga  Mulan dan Sule Ramaikan Pilkada Kabupaten Bandung

sumber : jabar.antaranews.com

Komentar