oleh

Puluhan Warga Bojongpicung Cianjur Reaktif Corona

KAB. CIANJUR,- Sebanyak 30 orang warga Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terindikasi COVID-19. Di antaranya 17 orang warga Desa Cibangkok, 4 Orang warga Desa Neglasi dan 9 Orang warga Desa Hegarmanah.

Ketiga puluh warga tersebut telah dilakukan tracking (pelacakan) oleh Tim COVID-19. Namun, masih menunggu hasil lab dari Bandung.

Kendati begitu, dikatakan petugas setempat sudah dianjurkan isolasi mandiri dan diawasi Satgas Covid-19 di desanya masing-masing.

Baca Juga  Terapkan Protkes di Ponpes Al Muawanah, Binmas Majalaya Polresta Bandung Gelar Penyuluhan

Anggota Tim Satgas Covid-19 Puskesmas Bojongpicung Asep Yanto menjelaskan, dari 6 Desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bojongpicung, terdapat 3 desa yang warganya terpapar. Di antaranya 17 orang warga Desa Cibangkok, 4 orang  warga Desa Neglasari dan 9 Orang warga Desa Hegarmanah.

“Tapi semua itu dalam pengawasan Satgas Covid-19 tingkat desa dan sebagian ada yang sudah diisolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” kata Asep dikutip PenaKu.ID  jejaring Siberindo.co

Baca Juga  Vaksinasi Penunjang Terselenggaranya PTM

“Andai nanti hasil polymerase chain reaction (PCR) nya dinyatakan positif Covid-19 maka akan dilakukan isolasi di Bumi Ciherang. Dengan itu diharapkan kepada seluruh warga desa yang ada di Kecamatan Bojongpicung mohon ikuti protokole kesehatan yang telah ditentukan pemerintah melalui dinas kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Enci Hayati membenarkan adanya Warga Desa Neglasari yang terindikasi COVID-19.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Harga Daging Alami Kenaikan

“Namun hasilnya belum keluar. Dengan itu semoga saja seluruhnya negatif,” ucap Enci.

Hingga kini, kata Enci, pihaknya terus melakukan gerakan penyemprotan disinspektan ke setiap peloksok Kampung.

“Desa Neglasari dan melakukan sosialisasi tentang protokole kesehatan lainnya,” pungkasnya.

 

***

News Feed